HAL HAL SEPUTAR KEMATIAN ANAK (2)

KTQS # 916

HAL HAL SEPUTAR KEMATIAN ANAK (2)

1. Pada dasarnya, perilaku anak shalih akan mengimbas kepada orang tua, sehingga pahala dari amal ibadah si anak maka orang-tua pun akan mendapatkannya, walaupun orang-tuanya sudah wafat.

Nabi saw bersabda, “Apabila anak Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah pahala amalnya kecuali tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan”. (HR. Muslim).

Bagaimana dengan orang-tua yang anaknya wafat?  Doa orang hidup untuk si mayit sangat mungkin diterima Allah. Sehingga yang wafat akan mendapatkan ampunanNya atau rahmatNya, termasuk orang tua terhadap anaknya. Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu datang ke tempat orang sakit atau mayit maka ucapkanlah yang baik (termasuk doa baik), karena malaikat akan mengamini apa yang kamu ucapkan itu”. (HR. Muslim/Ahkamul Janaiz, hal. 10). Hadits ini umum berlaku bagi siapa saja, termasuk orang tua terhadap anaknya.

2. Oper pahala tidak kita jumpai tuntunannya. Bahkan secara gamblang Allah berfirman, “Dosa seseorang tidak dapat ditanggung oleh orang lain dan seseorang hanya akan mendapat pahala karena amalnya sendiri”. (QS An Najm 38-39).

3. Membaca Al Quran memang berpahala. Tetapi pahalanya itu untuk yang membaca. Tentang mengoperkan pahala atau hadiah bacaan al-Qur’an kepada mayit, termasuk oleh orang tua kepada anaknya, tidak ada tuntunannya.

4. Yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yang telah meninggal dunia:
a. Membayarkan utangnya, jika yang bersangkutan mempunyai utang.
b. Mernunaikan nadzarnya, jika dia bernadzar
c. Menunaikan wasiatnya, jika dia berwasiat
d. Mendoakannya setiap saat
e. Mengurus anak-anaknya (cucu) jika sangat memerlukan.
f. Menguruskan harta peninggalannya, waris, dll.
g. Meneruskan kebaikan-kebaikannya, dsb.

Insya Allah si anak akan tahu serta merasakan doa dan kebaikan-kebaikan orang-tuanya.

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply