Haramnya Bekerja di Bank

Haramnya Bekerja di Bank

Assalamu’alaykum Sahabat CintaQuran,

 

Jasa bantuan keuangan makin menjamur seiring bertambah beratnya beban hdup yang ditanggung masyarakat. Kebutuhan mendesak untuk biaya anak sekolah, renovasi rumah atau modal usaha menggiring konsumen untuk menggadaikan BPKB atau surat berharganya. Dalam hitungan jam, dana yang diminta sdh dalam genggaman. Dengan syarat, cicilan pengembalian setiap bulan plus ‘sedikit’ tambahan. Kelihatannya bantuan mulia, padahal jebakan riba.

Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah keapda Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (QS. Al-Baqarah: 275)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”. (HR. Muslim dan Ahmad)

Rentenir berbulu domba kian merajalela. Mulai dari perbankan yang membidik pengusaha hingga bank keliling yang memangsa ibu rumah tangga. Masalah keuangan bukan alasan untuk menjerumuskan anak istri dalam kubangan dosa riba atau membalut usaha halal dengan pinjaman berbunga. Kita pasti bisa jadi pengusaha atau kepala keluarga tanpa riba. Masih banyak jalan halal penuh berkah. Asal kita mau berusaha dan yakin Allah Maha Pemurah akan menunjukkan jalan keluar yang mudah dan penuh berkah. Jauhi riba, sayangi keluarga…