HARTA

☑ HAKIKAT HARTA yang kita miliki

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Seorang hamba berkata: “Hartaku, hartaku”.

Padahal harta yang ia miliki hanyalah tiga:
1. Apa yang telah ia makan dan habiskan.
2. Apa yang telah ia pakai dan usang.
3. Apa yang telah ia berikan dan ia rela.

Selain dari itu akan pergi dan ditinggalkan untuk manusia”. (HR Muslim no 2959)

Itulah harta kita dan semua itupun akan dipertanyakan oleh Allah.
Maka jadikanlah harta itu di tangankan kita, jangan diletakkan di hati kita.

☑ HARTA HARAM itu ada dua macam

Pertama: Haram karena BENDANYA
Misalnya: Babi dan khamar; mengonsumsinya adalah haram atas orang yang mendapatkannya (beli/diberi) maupun atas orang lain yang diberi hadiah oleh orang yang mendapatkannya (memberi).

Kedua: Haram karena CARA MENDAPATKANNYA
Misalnya: Uang suap, hasil judi, uang korupsi dan penghasilan pelacur; harta tsb hanyalah haram bagi orang yang mendapatkannya dengan cara haram.

Akan tetapi, jika orang yang mendapatkannya dengan cara haram tsb menghadiahkan uang yang dia dapatkan kepada orang lain, atau dia gunakan uang tsb utk membeli makanan lalu makanan tadi dia sajikan kepada orang lain, maka harta/makanan tadi berubah menjadi halal untuk orang lain tadi, karena adanya perbedaan cara mendapatkannya antara orang yang memberi dengan orang yang diberi.

Ingat !! Harta adalah sebaik-baiknya Hamba Sahaya dan sejahat-jahatnya Majikan,

Maksudnya adalah Harta yang dikendalikan oleh kita atau kita dikendalikan oleh harta

 

Salam !
copas dari KTQS

Leave a Reply