HIPNOTIS

┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉
┆ KAJIAN TENTANG HIPNOTIS
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴

Dari sudut bahasa terdapat ”keyakinan (qanaat), standar (maqayis) dan pemahaman (mafahim) dari luar Islam”. Kata ”Hipno” adalah dinisbatkan pada DEWA TIDUR bangsa Yunani Kuno yang berarti suatu simbolik kemusyrikan.

Jika melihat hipnosa melalui proses SAINTIFIK (HIPNOTEHRAPHY) dengan menggunakan metode-metode ilmiah, sebenarnya tidak ada unsur magis, sihir, gendam atau menggunakan jin dan dilakukan untuk memperbaiki kondisi seseorang.

Adapun unsur hipnosa yang dihukumi HARAM adalah karena:
Apabila Hipnosa membuat seseorang menjadi tidak sadar atas apa yang dilakukannya. Hal ini hukumnya haram, bila di-qiyas-kan dengan hukum khamr sebagaimana sabda Nabi Saw.:

”Segala sesuatu yang memabukkan (muskirin) adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram” (HR. Muslim).

Sama dengan seseorang yang sedang tidur, mimpi atau pingsan. Maka hukum perintah, sugesti, nasehat, ataupun larangan dalam kondisi terhipnosa adalah haram. Seseorang dalam keadaan tidak sadar tidak boleh diberi ”taklif” (beban kewajiban), Allah saja MELARANG seseorang untuk melaksanakan SHALAT ketika seseorang ”TIDAK MENGERTI” apa yang diucapkannya.

Sekarang ini hipnotis menjadi ajang hiburan di Televisi, dan kita di buat tertawa dengan tingkah laku orang yang MEMBEBERKAN RAHASIA AIBNYA, yang menurut agama hal tersebut adalah GHIBAH dan HARAM.

Apalagi digunakan untuk tindakan kejahatan, pencurian, penipuan dan pendzaliman terhadap seseorang dan pelaku hipnotisnya terkena dosa besar.

Untuk menghindari pengaruh hipnotis adalah dengan memperbanyak dzikir setiap saat agar hati dan pikiran kita tidak kosong.

Dan hindari MENGAGUMI SESEORANG secara BERLEBIHAN yang nantinya akan membuat dirinya TERHIPNOTIS oleh dirinya sendiri kepada orang tsb, padahal orang tsb tidak melakukan hipnosa apapun.

 

 

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply