IDUL ADHA dan SHAUM ARAFAH IKUT SIAPA?

Kajian Tematis al-Qur’an
& as-Sunnah # 490

 IDUL ADHA & SHAUM ARAFAH IKUT SIAPA?

Shahih Muslim, dari Aisyah ra,  dari Nabi saw bersabda:
“Tidak ada suatu hari yg Allah swt lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah swt mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, “Apa yg mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan).”
Dari Abu Qatadah ra berkata: “Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari ‘Arafah?” Beliau menjawab: “Menebus dosa tahun lalu dan tahun yg akan datang”. (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar hari arafah.
Hanya saja hadits ini difahami oleh sebagian orang bahwa puasa arafah harus ikut arafah, alasannya karena Nabi saw  menamainya dgn nama arafah. Namun pemahaman ini tidak tepat.
1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya ttg org yang melihat hilal dzulhijjah di kota Madinah dan berbeda dgn saat wukuf diarafah. Beliau menjawab harus ikut keputusan hilal setempat  berdasarkan hadits: “Puasa pada hari kamu semua berpuasa dst. (Lihat majmu’ fatawa 25/202-208).
2. Orang-orang arab biasa menamai tahun atau hari dengan kejadian besar yg terjadi di hari itu, seperti tahun gajah, hari bu’ats, demikian pula hari arafah. Jadi tidak bisa difahami harus ikut arafah dgn penamaan hari arafah.
3. Bila harus ikut arafah, maka di zaman dahulu yg tekhnologinya tidak secanggih sekarang, betapa sulitnya bagi yg tinggal di negeri yg amat jauh untuk mengetahui kapan hari arafah di arafah.
Seperti pernah terjadi di masa Daulah Fathimiyyah, tidak ada orang yg wuquf di arafah lalu  mana yg menjadi patokan?
KESIMPULANNYA bahwa berpuasa arafah dan ber ‘idul adha tetap mengikuti tanggal 9 & 10 Dzulhijah di negeri masing-masing.
Salam !
 dari KTQS

Leave a Reply