‘IDUL FITRI artinya KEMBALI FITRAH/SUCI

KTQS # 896

‘IDUL FITRI artinya KEMBALI FITRAH/SUCI

Kekeliruan besar, arti ‘Idul Firi adalah kembali Fitrah atau Kembali Suci.
Banyak para kyai, ustadz dan penceramah yg ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini tanpa tahu ilmu dan tidak mengerti bahasa Arab
Begitu banyaknya, baliho, spanduk, kartu ucapan, SMS/BBM/FB dll, termasuk TV nasional ramai-ramai keliru berjama’ah.
Sebuah kekeliruan massal yg terjadi secara masif, terstruktur dan sistematis.

Padahal…
Dalam bahasa Arab, ‘Id (عيد) artinya hari raya dan kata fitri (فطر) bermakna makan atau makanan.

Kata Fitri itu hurufnya cuma ada tiga saja, yaitu fa’, tha’ dan ra’, tanpa tambahan huruf ta’ marbuthah di belakangnya.

Berbeda dgn Fitrah (فطرة). Jumlah hurufnya ada empat yaitu fa’, tha’, ra’ dan ta’ marbuthah, yg artinya suci atau islam.

Kata dasar Fitri ini artinya bisa makan pagi, yaitu fathur (فطور), atau berbuka puasa, yaitu ifthar (إفطار).

Jadi, yang benar adalah kata ‘Idul Fitri itu bukan bermakna kembali kepada kesucian atau Fitrah. Tetapi yang benar adalah Hari Raya Makanan.

Hari Raya Makan?
Ya memang pada hari itu umat Islam diwajibkan untuk makan dan haram untuk berpuasa. Berpuasa para tanggal 1 Syawal justru haram dan berdosa bila dilakukan.
Dan sunnahnya, kita makan dahulu sebelum melaksanakan shalat ‘Idul Fitri, sebagai pembatal bahwa Ramadhan telah usai (lihat HR. Bukhari no.953).
Dan karena itu pula kita mengenal syariat memberi zakat fitri (bukan zakat fitrah), yg maknanya adalah zakat makanan.
Tujuannya sudah jelas, agar tidak ada lagi orang miskin yg berpuasa pd hari itu dgn alasan tidak punya makanan, dgn adanya zakat fitri, maka semua orang bisa makan di hari itu.

Jadi yg benar, hari raya umat Islam disebut dgn ‘Idul Fitri, artinya Hari Raya untuk Makan dan ‘Idul Adha, artinya Hari Raya untuk ber-Qurban.

Semoga Mahkamah Konstitusi Bahasa Arab memperbaiki kekeliruan massal yg masif, terstruktur dan sistematis ini.

Salam !

Copas dari KTQS

Leave a Reply