IEDUL ADHA atau IEDUL QURBAN

┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
HUKUM BERQURBAN

└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈⌣̶̷̴̥̯̊͡

“Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan ber-QURBAN-lah.” (QS.Al Kautsar:2)

“Nabi Saw bersabda: Barang siapa yang mempunyai keluasan rejeki lalu tidak berqurban, maka JANGANLAH ia mendekati tempat shalat kami.”  (HR.Ibnu Majah)

“Wahai manusia (ketahuilah) bahwa WAJIB atas setiap keluarga berqurban setiap tahunnya.” (HR.Tarmidzi, Abu Dawud)

“Daging-daging  dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridloan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang  yang berbuat baik”. (Al Hajj : 37)

GANJARAN BAGI YANG BERQURBAN:

Zaid bin Arqom bertanya, “Ya Rasulullah apa yang kita peroleh dari berqurban?.”  Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya pada setiap bulu yang menempel di kulitnya terdapat kebaikan.” (HR.Ibnu Majah, Ahmad)

“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih DICINTAI ALLAH selain menyembelih Qurban.” (HR. At Tirmidzi)

‘Idul Adha sebentar lagi…

Rasulullah Saw Bersabda :
“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang LEBIH DICINTAI ALLAH selain MENYEMBELIH QURBAN”. (HR. At Tirmidzi)

Maka dari itu BER-QURBAN-LAH !!!

Akan dibiarkan berlalu begitu saja ‘Idul Adha tahun ini?

 

┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
KETENTUAN HEWAN QURBAN SESUAI SUNNAH

└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈⌣̶̷̴̥̯̊͡


JENIS :

  •  Kambing


Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan  pahalanya boleh diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak.

”Pada masa Rasulullah saw ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya”. (HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138)

  • Sapi  dan Unta


Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang. Dari Ibnu Abbas ra beliau mengatakan,

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah saw lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang”. (HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131)

Begitu pula dari orang yang ikut kolektif qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya.

UMUR & KONDISI

Umur untuk hewan qurban :

– Unta, umur minimal  5 tahun
– Sapi, umur minimal 2 tahun
– Kambing, umur minimal 1 tahun
– Domba Jadza’ah, umur minimal 6 bulan

(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, hal. 2/370-372)

Kondisi Hewan Qurban :

Yang paling gemuk dan sempurna. Bahkan jika berqurban dengan satu qurban yang gemuk itu lebih baik daripada dua hewan qurban yang kurus. Karena yang diinginkan adalah daging. Semakin banyak daging yang dimiliki hewan tersebut maka itu semakin baik.

Hewan qurban yang lebih utama adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing.

Warna yang paling utama adalah putih polos, kemudian warna debu (abu-abu), kemudian warna hitam.
Berkurban dengan hewan jantan lebih utama dari hewan betina.

(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, hal. 2/374-375)

Tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak Unta, Sapi, Kambing/Domba.

(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 2/369, Maktabah At Taufiqiyah)

 

QURBAN / AQIQAH BERHUTANG

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, ”Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, ”Aku telah mendengar firman Allah,

”Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)

Imam Ahmad bin Hambal menyepakatinya dengan syarat yang berhutang tersebut hendaknya orang yang berkemampuan untuk membayarnya.

Pesan Rasulullah kepada kita agar berkurban dengan cara yang sesuai tuntunannya, “Barangsiapa yang shalat seperti shalat kami dan menyembelih hewan qurban seperti kami, maka telah benar qurbannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Boleh berhutang untuk aqiqah atau qurban dengan syarat perhitungannya tepat untuk pengembalian hutang tersebut.

 

┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
SUDAH QURBAN
KOK DIJUAL ?!

└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̶̷̴̥̯̊͡

Sebagian orang yang tidak mengerti akan hikmah disyariatkannya penyembelihan qurban setelah hewan disembelih daging, kepala, kulit atau kikilnya dijual.

Ketika Imam Ahmad ditanya tentang orang yang menjual daging qurban, ia terperanjat, seraya berkata, “Subhanallah, bagaimana dia berani menjualnya padahal hewan tersebut telah ia persembahkan untuk Allah tabaraka wa taala”.

Secara logika suatu barang yang telah anda berikan kepada orang lain bagaimana mungkin anda menjualnya lagi.

Imam Syafi’i juga berkata,” Jika ada yang bertanya kenapa dilarang menjual daging qurban padahal boleh dimakan? Jawabnya, hewan qurban adalah persembahan untuk Allah. Setelah hewan itu dipersembahkan untukNya, manusia pemilik hewan tidak punya wewenang apapun atas hewan tersebut, karena telah menjadi milik Allah. Maka Allah hanya mengizinkan daging hewan untuk dimakan. Maka hukum menjualnya tetap dilarang karena hewan itu bukan lagi menjadi milik yang berqurban”.

Oleh karena itu para ulama melarang menjual bagian apapun dari hewan qurban oleh panitia qurban.

Sabda Nabi saw, “Barang siapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka QURBANNYA TIDAK DITERIMA.” (HR. Hakim dan Baihaqi)

Ali bin Abi Thalib berkata,” Nabi memerintahkanku untuk menyembelih unta hewan qurban miliknya, dan Nabi memerintahkan agar aku tidak memberi apapun kepada tukang potong sebagai upah pemotongan”. (HR. Bukhari)

Kecuali orang yang  mendapat qurban (para kerabat dan tetangga) boleh menjualnya, karena status mereka telah memiliki daging yang disedekahi.

TATACARA YANG BENAR
MENYEMBELIH HEWAN
QURBAN SESUAI SUNNAH

Baringkan hewan kurban itu di atas lambungnya yang kiri bila dia menyembelih dengan tangan kanannya. Karena tujuan dari hal itu adalah ketenangan binatang tersebut.

Kemudian hendaklah dia meletakkan kakinya di atas leher hewan kurban ketika menyembelih dan memegang dengan tangan kirinya kepala si hewan sehingga tampak urat kerongkongannya.

Lalu dia menggorokkan pisau di atas urat kerongkongan, dua urat yang disebut “Wudjain”, dan satu urat yang disebut dengan “Mari`” dengan kuat, sehingga dia dapat menumpahkan darah.

Adapun kedua tangan dan kaki hewan kurban sebaiknya dibiarkan lepas dan tidak ditahan, sebab yang demikian itu lebih menyenangkannya dan lebih bagus dalam mengeluarkan darah dari jasadnya, karena darah akan keluar bersama gerakan, maka ini tentunya lebih utama.

Kemudian tatkala menyembelih, dia membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اَللَّهُمَّ هَذِهِ عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِ

BISMILLAHI WALLAHU AKBAR, ALLAHUMMA HADZA MINKA WA LAKA…(Sebutkan nama pequrban) atau…

HADZIHI ‘ANNY WA ‘AN AHLI BAITI (apabila menyembelih hewan qurbannya sendiri)

“Dengan nama Allah dan Allah maha besar. Ya Allah! (hewan) ini darimu dan untukmu …(Sebutkan nama pequrban atau) Ya Allah! ini adalah sembelihanku dan keluargaku (apabila menyembelih hewan qurbannya sendiri)”

Atau mengucapkan sebelum menyembelih:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

BISMILLAHI WALLAHU AKBAR

“Dengan nama Allah dan Allah maha besar.”

Semoga dengan mengerjakan ibadah qurban secara benar dan sesuai sunnah, ibadah qurban kita diterima oleh Allah sebagai amal shaleh dan sampailah kita pada derajat taqwa yang diharapkan dari ibadah qurban ini. Aamiin.

 

SHAUM ARAFAH FAEDAHNYA 2 TAHUN

Siapa saja yang berpuasa ketika itu akan mendapatkan ampunan dosa untuk 2 tahun, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

“Puasa hari arafah (9 dzulhijah) menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa asyura (10 muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat”. (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah”.
(HR. Muslim no. 1348, dari ‘Aisyah)

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah…”. (HR. Tirmidzi)

Shaumnya hanya 1 hari, namun faedahnya untuk 2 tahun.


BOLEH DIBAGIKAN KEMANA SAJAKAH DAGING QURBAN?

 

Berbeda dengan zakat yang mengenal ketentuan asnab, yakni orang yang berhak menerima, di dalam qurban hal tersebut tidak dikenal.

Dengan demikian, orang yang termasuk ke dalam kategori mampu pun dibolehkan menerima pembagian daging qurban.

Dasarnya, Firman Allah yang artinya, “Maka makanlah sebagian (dagingnya) dan berilah makan orang yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta-minta”. (QS. Al-Hajj 22 : 36).

Pemberian atau pembagian daging qurban yang dikemukakan dalam ayat ini bersifat umum, tanpa ada perbedaan atau pembatasan orang yang miskin maupun yang kaya dan dari agama manapun.

Jadi Daging Qurban dibagikan untuk semua orang karena ini adalah syi’ar islam.

 

IDUL ADHA & SHAUM ARAFAH IKUT SIAPA?

Shahih Muslim, dari Aisyah ra,  dari Nabi saw bersabda:

“Tidak ada suatu hari yang Allah swt lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah swt mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, “Apa yg mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan).”

Dari Abu Qatadah ra berkata: “Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari ‘Arafah?” Beliau menjawab: “Menebus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang”. (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar hari arafah.

Hanya saja hadits ini difahami oleh sebagian orang bahwa puasa arafah harus ikut arafah, alasannya karena Nabi saw  menamainya dengan nama arafah. Namun pemahaman ini tidak tepat.

1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang orang yang melihat hilal dzulhijjah di kota Madinah dan berbeda dengan saat wukuf di arafah. Beliau menjawab harus ikut keputusan hilal setempat  berdasarkan hadits: “Puasa pada hari kamu semua berpuasa dst. (Lihat majmu’ fatawa 25/202-208).

2. Orang-orang arab biasa menamai tahun atau hari dengan kejadian besar yg terjadi di hari itu, seperti tahun gajah, hari bu’ats, demikian pula hari arafah. Jadi tidak bisa difahami harus ikut arafah dgn penamaan hari arafah.

3. Bila harus ikut arafah, maka di zaman dahulu yang tekhnologinya tidak secanggih sekarang, betapa sulitnya bagi yang tinggal di negeri yang amat jauh untuk mengetahui kapan hari arafah di arafah.

Seperti pernah terjadi di masa Daulah Fathimiyyah, tidak ada orang yang wuquf di arafah lalu  mana yg menjadi patokan?

 

KESIMPULANNYA

Bahwa berpuasa arafah dan ber ‘idul adha tetap mengikuti tanggal 9 & 10 Dzulhijah di negeri masing-masing.

 

TATA-CARA SHALAT ‘IED ADHA

Shalatnya berjumlah 2 rakaat dan dilakukan di lapangan terbuka, itulah sunnahnya.

Abu Said al-Khudri: “Rasulullah saw biasa keluar pada hari raya ‘Id fitri/adha menuju tanah lapang”. (HR.Bukhari Muslim)

Dari ‘Amr bin Syu’ain Rasulullah Saw bersabda: “Takbir di / pada hari ‘Id adalah tujuh di rakaat pertama dan lima di kedua”. (HR. Abu Dawud dan Tarmidzi)

Tidak ada riwayat bahwa Rasulullah membaca sesuatu diantara takbir-takbir tsb.

Sunahnya tidak makan/minum menjelang pergi ke tempat shalat ‘Id Adha sampai selesai shalat ‘Id. Kebalikan dari ‘Id Fitri,  makan/minum sekadarnya sebelum ke ke tempat shalat ‘Id fitri.

Disunatkan pergi dan pulang dari shalat ‘Id  menempuh jalan yg berbeda. Tidak ada shalat sunnat apapun. Tidak ada adzan dan iqamah, tidak ada shalat sunnat Tahiyatul Lapangan.

Bagi mereka yang terlambat datang, ikutilah dan kemudian tambahilah rakaat yang tertinggal.

Apabila ternyata shalat telah selesai, maka kerjakanlah shalat ‘Id  sebanyak dua rakaat sendirian hingga selesai lalu duduk dan dengarlah khutbah, termasuk juga bagi kaum wanita yang sedang haid untuk mendengarkan khutbah.

Suatu saat, hari raya, baik itu Iedul Adha atau pun Iedul Fitri, bisa jatuh pada hari Jumat, dan hal ini kerap masih dipertanyakan:

Apakah setelah pagi harinya shalat Ied, masih harus shalat Jumat?

Kalau tidak apakah tetap harus shalat Dhuhur?

Sebenarnya masalahnya sangat mudah dan simpel.
Kita jangan lagi bicara tentang shalat Dhuhur dihari Jum’ah.
Karena bagi laki-laki, kewajiban shalat Dhuhur dihari jum’ah sudah diganti dgn shalat Jum’ah. Jadi sudah tidak ada lagi shalat Dhuhur dihari Jum’ah (kecuali 4 gol lihat hadits Abu Dawud dibawah).

Nabi bersabda, “Menuju Jum’ah (Shalat Jum’ah) adalah wajib bagi lelaki baligh”.

(HR.An-Nasa’i)

dan lihat juga QS. Al-Jum’ah:9.

Hai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah perdaganganmu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

(catatan: ayat ini diperuntukan bagi laki-laki, terlihat pada kata yang dicetak miring karena di tanah Arab yang melakukan perdagangan adalah laki-laki, tidak pernah wanita)

Berbeda dengan wanita, baginya tidak ada kewajiban shalat jum’ah, maka Dhuhur tetap menjadi wajib dilakukan karena rukshohnya hanya untuk shalat Jum’ah saja.

“Shalat Jumat wajib dilakukan setiap muslim secara berjamaah, kecuali 4 golongan: hamba sahaya, wanita, anak kecil dan orang yg sakit“. (HR. Abu Dawud)

Didalam hadits Rukshoh boleh tidak shalat Jum’ah dihari raya, tidak ada Rasulullah saw mengatakan diganti dengan shalat Dhuhur, padahal ini kan penting, mustahil Rasulullah lupa dan karena memang tidak ada shalat Dhuhur di hari Jum’ah.
Dari Zaid bin Arqom dan Muawiyah bertanya kepadanya: Apakah kau menyaksikan bersama Rasululllah saw dua hari raya berkumpul dalam satu hari? Jawabnya: Betul. Beliau shalat ‘Id kemudian memberi kelongggaran tentang shalat Jum’ah, beliau bersabda: siapa yang menganggap cukup dgn shalat ‘Idnya BOLEH TIDAK JUM’AH” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Lalu Ibnu Zubair berkata : “Dua hari raya berkumpul pada satu hari; maka ia mengumpulkan dengan melakukan shalatnya 2 rakaat dipagi hari (shalat ‘Id), IA TIDAK SHALAT LAGI HINGGA SHALAT ‘ASHAR”. (Fiqh Sunnah I:267)

Clear? Kalau masih bingung, kerjakan saja shalat Jum’ah, Finish !

Lalu berhubungan dengan kajian tentang Iedul Adha ini, kita mengenal istilah Hari TASYRIQ
“Hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijah) adalah hari makan, minum dan mengingat Allah Swt”. (HR. Muslim)
Pada hari itu masih boleh menyembelih hewan Qurban.

 

Salam !

 

Copas dari KTQS  Bandung

Leave a Reply