INSYA ALLAH (Lagi)

Kajian Tematis al-Qur’an & as-Sunnah (KTQS):
KTQS # 918

INSYA ALLAH (Lagi)

Dalam bahasa arab, kata “insya Allah” ditulis dengan

إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Yang artinya, ‘jika Allah menghendaki’

Ada 3 kata dalam kalimat ini,

a. Kata [إِنْ], artinya jika. Dalam bahasa arab disebut harfu syartin jazim (huruf syarat yang menyebabkan kata kerja syarat menjadi jazm)

b. Kata [شَاءَ], artinya menghendaki. Dia fiil madhi (kata kerja bentuk lampau), sebagai fiil syarat (kata kerja syarat) yang berkedudukan majzum.

c. Kata [اللَّهُ], sebagai subjek dari fiil syart.

Bagaimana transliterasi tulisan [إِنْ شَاءَ اللَّهُ] yang tepat? Tidak ada aturan baku transliterasi bahasa arab. Misalnya kata ‘Allah’, bisa ditulis Allah, Alloh, ALLAH, dll.

Ingat, transliterasi kalimat bahasa arab ke bahasa selain arab, dibuat untuk MEMBANTU PENGUCAPAN kalimat dengan benar, bukan PENULISAN.

“Syin” pada bahasa arab, ditranslate ke dalam bahasa indonesia dengan tulisan “Sy” , ke dalam bahasa inggris “Sh”, kedalam bahasa perancis “Ch”.

Dalam bahasa indonesia kita menulisnya “In Sya Allah” .
Sedangkan dalam bahasa inggris kita menulisnya “In Sha Allah”, dalam bahasa perancis kita menulisnya “In Cha Allah”, dan bahasa asing lainnya.

Itu semua bermaksud sama, yang terpenting adalah bahwa penulisan arabnya benar :

إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Jadi latin indonesianya kita bisa menulis : insyaaAllah atau insyaa Allah atau Insya Allah atau Insya Allah, atau menggunakan latin bahasa asing lainnya.

Jadi sekarang sudah tahu ilmunya, untuk itu penulisan latinnya jangan kembali menjadi perselisihan. Cukupi saja dgn artikel pendek KTQS ini, sudah bisa menjawab semua pro kontra ttg hal tsb.

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply