ISTIQAMAH BERAMAL SETELAH RAMADHAN

KTQS # 695

ISTIQAMAH BERAMAL SETELAH RAMADHAN

Lalu bagaimana amal seorang muslim di bulan Syawal?

“Maka istiqamahlah kamu, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”. (QS. Huud : 112)

Bentuk sikap istiqamah dalam amal adalah dgn mengerjakannya secara kontinyu, terus-menerus.

“Sesungguhnya amal yg paling dicintai Allah adalah yg terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita istiqamah, maka Allah SWT menjanjikan tiga keistimewaan yg akan kita dapatkan, yaitu:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yg mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dgn mengatakan: “Janganlah kamu TAKUT dan janganlah merasa SEDIH, dan GEMBIRA-kanlah mereka dgn jannah yg telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat : 30)

Tafsir ayat ini mengatakan bahwa :
1. Asy-syaja’ah (keberanian),
2. Al-ithmi’nan (ketenangan),
3. At-tafa’ul (optimis), akan bisa dirasakan dalam kehidupan ini,  bagi orang yg istiqamah beramal setelah Ramadhan.

Bukankah ALLAH yg kita ibadahi dgn penuh semangat dibulan Ramadhan itu adalah ALLAH yg sama dengan diluar bulan Ramadhan?

Kemana shalat malamnya? Sedekahnya? Shalat berjamaah dimasjidnya? lalu kenapa setelah Ramadhan menjadi turun semangatnya?

Hmm…Ayo semangaaat !

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply