Ittaqu dan Ati’u

Dalam QS Al Maidah 35 disebutkan:

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﺑْﺘَﻐُﻮٓا۟ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ٱﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺟَٰﻬِﺪُﻭا۟ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِۦ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Hai, orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung. *386
catatan kaki
386
Menjauhi larangan Allah SWT lebih berat dibandingkan dengan mematuhi perintah-Nya.
Oleh sebab itu dalam Al Qur’an , kata “Ittaqu” yang maknanya agar kita menjaga diri dari larangan agama disebut berulangkali sampai 69 kali.
Sedangkan , kata “Ati’u” yang berarti agar kita patuh pada perintah agama hanya disebutkan 19 kali.
Disamping menjaga diri terhadap hal-hal yang mungkin menyebabkan kita melakukan pelanggaran, kita harus pula selalu mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai amal soleh
Sumber Al Qur’anulkarim Terjemah Al Muasir / Kontemporer
Dr H Aam Amiruddin
Setelah membaca ayat ini,
saya merenung…
di negeri ini para ulama banyak menyeru untuk mematuhi perintah agama namun jarang mengajak menjaga diri dari larangan agama.
Contoh kita sudah banyak mengetahui bahwa tahun baru masehi maupun hijriyah, tidak boleh dirayakan. Namun mereka tidak mengajak untuk tidak merayakan apapun di malam  tahun baru..
malahan ramai-ramai dengan pemimpin daerah mengadakan acara di mesjid2 dengan dalih untuk menyaingi hingar bingar maksiat di tahun baru. Padahal itu jadi perayaan juga namanya, bukan?

Leave a Reply