JANGAN SETENGAH-SETENGAH.

Orang yang paling baik menurut Allah, adalah orang yang paling bertaqwa.
We are not Islam, kita muslim. Islam itu milik Allah. Kita penganut Islam, disebut muslim. Salah jika kita menyebut ‘I am Islam’, yang benar adalah ‘I am muslim’.
Islam itu unik, yang mana bila kita paham, tiada tandingan.
Allah berfirman dalam surat Al Maidah,
“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. ..”
(QS. Al-Ma’idah: 3)
Ini artinya dalam agama ini tak perlu lagi ada penambahan dan pengurangan. Tak boleh manusia campur tangan. Allah yang menentukan semuanya, A-Z. Karena Islam telah disempurnakan. Perfect.
Sebagai contoh, Allah menyuruh kita shalat, Allah yang tentukan waktunya, pula rakaatnya. Laki atau perempuan, rakyat atau pemimpin, semua sama. Tak ada beda. Waktu shalatnya semua sama, jumlah rakaatnya juga sama.
Agama Islam tak ikut kita, kita yang ikut agama ini. Agama lain, ada yang berpuasa seperti kita, namun ‘it’s up to you’, terserah Anda. Ada yang puasanya hanya makan saja namun boleh minum, ada yang cuma 2 jam, 3 jam atau bahkan 24 jam. Suka-suka sendiri saja. Kalo agama boleh ‘up to you’, habis sudah.
Kita harus memahami Islam secara keseluruhannya. Islam yang telah Allah sempurnakan itu Islam yang Allah ridho, bukan yang kita buat. Karena sejatinya, keindahan Islam terletak pada adatnya.
Islam mengajarkan kita kenal kepada penciptanya. Melalui ilmu Tauhid.
Setelah kenal Tuhan, adab kita perhatikan.
Siapa yang tak kenal Allah?
Syaitan saja kenal Allah. Mereka tahu kebesaran Allah. Dan mereka tak berani mengadakan sesuatu tanpa seizin Allah. Mereka ikut aturan Allah. Syaitan yang musuh manusia saja kenal Allah, jadi pada fitrahnya, manusia itu kenal Allah. Hanya problemnya, kita tidak mau terikat dengan agama mana mana.
Lepas itu, ada muamalah. Kita juga perlu berhubungan kepada manusia.
Islam is so detail. Semua diatur secara terperinci. Bahkan adab memilih jodoh pun diatur dalam Islam. Betapa cantiknya Islam.
Allah berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Jika dalam berislam seseorang mengambil apa yang ia merasa cocok saja, dan tidak mengambil yang ia tidak merasa cocok, Allah akan menghinakan kita. Karena kecantikan Islam, baru akan terlihat ketika kita menjalani Islam secara kaaffah.
Setelah semua bab iman selesai, ada bab thaharah, tapi nyatanya kita banyak dari kita yang sampah tak dibuang di tong sampah, tapi di jalanan. Ini bukti kita belum menghayati Islam secara kaaffah.
Dalam pengalaman saya berdakwah, orang-orang non-muslim barat itu open minded namun critical mind, jadi ketika kita mampu memaparkan keindahan-keindahan Islam dan membuktikannya, mereka akan mengucapkan syahadat. Dan faktanya, umat Islam di negeri-negeri muslim minoritas, (yang notabene tidak Islam dari lahir, -pen), mereka menjalankan Islam sesuai Qur’an dan sunnah. Masya Allah ya. Jadi ketika ada suatu perkara agama, mereka selalu menanyakan, “Mana dalilnya? Shahih atau tidak?“, dan jika shahih mereka terima, jika tidak mereka tidak ambil.
Islam di melayu ini sebagian besar localized. Ikut budaya, inilah yang membuat kita gagal menunjukkan indahnya Islam (sesuai Qur’an dan sunnah) yang membuat non-muslim kurang tertarik masuk Islam.
Islam agama milik Allah namun cara kita paham Islam dengan cara kita punya. Ini salah.
Allah jadikan semua bangsa ada budaya, dan jika budaya tidak bertentangan dengan Islam, silahkan terima. Seperti pernah ada yang bilang, “Makan jangan dengan daun pisang, itu seperti hindu.” Padahal makan hukum asalnya mubah (diperbolehkan) sebelum ada dalil yang melarang.
(Catatan dari kajian Islam ilmiah “Jangan Setengah-Setengah” dengan pemateri Syeikh Husein Yee (Malaysia), Rabu, 17 Februari 2016 M dengan sedikit edit dan penambahan)
Abu Syara

www.ibnuherry.tumblr.com