Jazakallah

 

SERINGKALI kita mendengar ucapan Jazakallah, Jazakillah atau Jazakumullah saat kita telah melakukan suatu tindakan kebaikan. Ucapan tersebut merupakan ucapan sebagai bentuk terimakasih kepada orang yang telah membantu.
Nah, bagaimana kita menjawab ucapan tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui arti dari kata Jazakallah, Jazakillah dan Jazakumullah serta apa bedanya.

Jazaa = semoga memberi/menambah/membalas, ka = engkau (lelaki tunggal), Allah = Allah.

Jazakallah (جَزَاكَ اللهُ) artinya “semoga Allah akan memberi/menambah/membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan seseorang laki-laki, dan kepada perempuan diganti dengan Jazakillah.
Ini sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya (tunggal / kamu).

Jazaa = semoga memberi/menambah/membalas, kum = kalian (jamak), Allah = Allah.

Jazakumullah (جَزَاكُمُ اللهُ) artinya “semoga Allah akan memberi/menambah/membalas kalian”, ini digunakan sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan seseorang/sekelompok orang, dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikan mereka (jamak/orang banyak).

Khairan artinya kebaikan, sedangkan Katsiran artinya banyak, jadi Khairan Katsiran artinya kebaikan yang banyak.

Sedangkan Ahsanal Jaza artinya balasan yang terbaik.

Jadi arti dari “Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza” (جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء) adalah semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan balasan yang terbaik”.

 

Dari Usamah bin Zaid r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

Artinya “Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan “jazaakallahu khaeron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.”

(HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih …

 

Copas dari tempat yang terlupakan

PermohonanMaaf