JENIS-JENIS SUJUD (4): SUJUD SYUKUR

KTQS # 759

JENIS-JENIS SUJUD (4)

SUJUD SYUKUR

Sujud syukur adalah Sunnah Rasulullah Saw dan para shahabatnya ketika mendapatkan nikmat yang baru (nikmat yang sangat besar dari nikmat yang lain) atau ketika tercegah dari musibah/adzab yang besar.

DALILNYA
“Nabi Saw apabila datang kepadanya berita yg menggembirakannya, beliau tersungkur sujud kepada Allah”. (HR. Ahmad dalam Musnad-nya 7/20477, Abu Dawud 2774, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dalam Al Iqamah)

SYARAT-SYARATNYA
Sujud dilakukan langsung pada saat mendapatkan kenikmatan, tanpa berwudhu, tanpa takbir dan tidak mesti menghadap kiblat.

Imam Shan’ani menyatakan : “Tidak ada pada hadits-hadits tentang hal ini yg menunjukkan adanya syarat wudlu dan sucinya pakaian dan tempat”

Imam Syaukani menyepakati bahwa dalam sujud syukur tidak disyaratkan wudlu, suci pakaian dan tempat, juga tidak disyaratkan adanya takbir dan menghadap kiblat.

Abu Thayib mengatakan, tidak mensyaratkan menghadap kiblat ketika sujud ini. (Lihat Nailul Authar, juz 3 halaman 106)

WAKTUNYA
Waktu pelaksanaan sujud syukur itu tidak tertentu, asal tidak dikerjakan saat sholat. Apabila dikerjakan saat sholat, maka sholatnya batal.

Imam Yahya mengatakan pula : “Tidak ada sujud syukur dalam shalat walaupun satu pendapat pun (tidak ada satupun dalil)”

BACAANNYA
Tidak terdapat hadis shahih yang menjelaskan bacaan tertentu untuk sujud syukur. Karena itu, para ulama menegaskan bacaan pada sujud syukur sama sebagaimana bacaan pada sujud dalam shalat. Seperti, subhaana rabbiyal a’laaa, atau yang lainnya, kemudian dilanjutkan dengan doa apapun yang dikendaki orang yang sujud.

Salam !
Copas dari KTQS

Leave a Reply