JIN

JIN ~ Sebuah Kajian

• Kita tidak bisa melihat Jin

Jin (bahasa arab : جن ) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak terlihat”, berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka dalam diri manusia yg bisa melihat jin itu ada jin, atau yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.

Di samping itu ada beberapa kata yang seakar dengan kata jin ini dan semuanya punya makna yang hampir serupa. Seperti kata Janin yang berarti bayi yang tersembunyi dalam perut ibunya, Junun atau Majnun (gila) karena tertutup akalnya, Jannah (kebun/surga) karena banyaknya tanaman dan pepohonan yang tumbuh menutupi tanah.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian (hai manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka”. (QS Al-A’raf 7:27)

• Jin diciptakan dari api

Jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api.

Allah Swt berfirman,
“Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”. (QS Al-Hijr 15:27)

“Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api”. (QS Ar-Rahman 55:15)

• Jin beranak-pinak dan berkembang-biak

“..apakah kalian, wahai manusia, akan menjadikan dia (iblis yg berasal dari jin) dan anak keturunannya sebagai penolong…”. (QS. Al-Kahfi, 50-51)

• Jin mati

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Ya Allah, Engkau tidak mati, sedang jin dan manusia mati…”. (HR Bukhari 7383, Muslim 717)

• Jangan bersekutu dan meminta pertolongan kepada Jin.

Allah Swt berfirman,
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin. Jin-jin itu lantas menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”. (QS Jin:6)

• Jin Muslim & Kafir

Seperti juga manusia jin ada yang muslim dan ada juga yang kafir.

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golonganmu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu tentang pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata, “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.” (Qs. Al-An’am [6]:130)

• Jin Sholeh & Tidak Sholeh

Bagi jin yang berjalan lurus dengan kebenaran Islam dan shaleh akan diberi kenikmatan.

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang muslim dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. Jika mereka (jin dan manusia) tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), Kami benar-benar akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Qs. Al-Jin [72]:14-16)

• Jin Masuk Neraka & Surga

Bagi jin yang lalai dan tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah maka tempatnya di neraka.

Allah berfirman, “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.” Setiap kali suatu umat masuk (ke dalam neraka), mereka mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya dengan penuh kehinaan, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka (golongan pengikut) berkenaan dengan orang-orang yang masuk terdahulu (golongan pemimpin), “Ya Tuhan kami, merekalah yang telah menyesatkan kami. Sebab itu, berikanlah kepada mereka siksaan neraka yang berlipat ganda.”
Allah berfirman, “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”. – “Dan sesungguhnya Kami ciptakan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari bangsa jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi mereka tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) mereka tidak mempergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) mereka tidak mempergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
(Qs. Al-A’raf [7]:38 & 179)

• Jin Mendengarkan al-Qur’an dan berdakwah

“Dan (ingatlah) ketika Kami kirimkan serombongan jin kepadamu untuk mendengarkan Al-Qur’an. Tatkala mereka telah hadir semua, mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaum mereka (untuk) memberi peringatan. “Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur’an) telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih”. (Qs. Al-Ahqaf [46]:29-31)

• Jin Beribadah

Seperti halnya manusia jin pun beribadah kepada Allah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Qs. Al-Dzariyat [56]:56)

 

• Iblis itu Jin

Diantara golongan jin, ada yang bernama Iblis. Dalil bahwa iblis termasuk golongan jin dan bukan malaikat adalah firman Allah,

“Ingatlah ketika Aku perintahkan kepada para malaikat, sujudlah kalian kepada Adam. Merekapun sujud, kecuali Iblis. Dia termasuk golongan jin, dan inkar kepada perintah Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 50).

• Iblis tidak Mati

Untuk makhluk yang satu ini, telah Allah berikan jaminan, tidak akan mati sampai kiamat. Allah mengkisahkannya dalam Alquran, setelah Iblis diusir untuk turun ke bumi karena sikapnya yang sombong, Iblis minta syarat kepada Allah:

“Iblis berkata: Ya Tuhanku, berilah aku waktu sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan”.

“Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi waktu. Sampai batas waktu yang telah ditentukan”. (QS. Al-Hijr: 37 – 38).

Dalam Tafsir al-Jalalain dinyatakan: “Yaitu waktu tiupan sangkakala yang pertama”. (al-Jalalain, Al-Hijr: 38).

Berdasarkan firman Allah di atas, Iblis ditetapkan oleh Allah sebagai makhluk yang tidak akan mati sampai hari kiamat.

• Jin akan Mati selain Iblis

Golongan jin selain Iblis, bisa mati sebelum kiamat.

Sedangkan beberapa dalil sunah yang menunjukkan bahwa jin bisa mati sebelum kiamat,

1. Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi saw dalam salah satu doanya, beliau melantunkan:

أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لاَ يَمُوتُ، وَالجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ

“Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu yang  tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Dzat yang tidak akan mati. Sementara jin dan manusia akan mati”. (HR. Bukhari no. 7383 dan Muslim no. 2717)

2. Khalid bin Walid ra, pernah diperintahkan Nabi saw untuk menghancurkan Uzza. Pohon keramat yang disembah orang musyrik jahiliyah. Setelah khalid bin walid menebang ketiga pohon yang dikeramatkan di tempat itu, dan membantai setiap orang yang mencoba menghalangi, beliau menghadap Nabi saw. Beliau bersabda: “Kembali, kamu belum melakukan apapun”.

Khalid pun segera kembali. Tiba-tiba banyak orang naik ke bukit. Mereka memanggil-manggil; “Wahai Uzza, Wahai Uzza.” Khalid pun mendatanginya. Ternyata ada wanita telanjang, rambutnya terjuntai, di atas kepalanya ada pasirnya. Khalid dengan sigap menusukkan pedangnya, sampai dia mati. Setelah diceritakan kepada Nabi saw, beliau bersabda: “Itulah Uzza”. (HR. Nasai dalam Sunan al-Kubro 11547, al-Mushili dalam Musnad-nya 866)

 

Salam !

copas dari Ust. El Rinaldi-Bandung

Leave a Reply