KA’BAH

Kajian Tematis al-Qur’an
& as-Sunnah # 317

KA’BAH – الكعبة

 

Allah 17

 

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah (ka’bah) yg diberkahi”. (Al-Imran, ayat 96)

Ka’bah artinya adalah bangunan persegi empat atau kubus. Ka’bah disebut juga dgn nama Baitullah atau Baitul Atiq (rumah tua).

Ka’bah berdimensi lebih kurang berukuran 13,10 m tinggi dgn sisi 11,03 m x 12,62 m x 11 m dan 10,3 m dgn 3 tiang penyangga atap.

Saat Umrah/Haji, Thawaf dilakukan mengelilingi bangunan ini 7 putaran, pundak kiri menghadap ka’bah lalu berkeliling melawan arah jarum jam.

Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yg berbunyi, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yg tdk mempunyai tanam-tanaman didekat rumah Engkau (Baitullah) yg dihormati, ya Tuhan kami (yg demikian itu) agar mrk mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mrk dan beri rezkilah mrk dari buah-buahan, mudah-mudahan mrk bersyukur”

Ayat diatas menerangkan bhw Kabah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut dan benar terjadi bhw keturunannya bertambah terus sampai dgn kini.

Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulullah SAW menjadi Nabi, Kabah penuh dgn patung-patung yg merupakan Tuhan bangsa Arab, padahal Nabi Ibrahim AS yg merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tdk boleh mempersekutukan Allah. Setelah pembebasan kota Mekah, Kabah akhirnya dibersihkan dari patung-patung.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci Kabah dan oleh pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yg bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah.

 

Salam !
———-

copas dari KTQS

Leave a Reply