KEADILAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ALA KETIKA HISAB (BAGIAN 1)

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 39 | Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 1)
Link Download: https://goo.gl/AcwWbr

 

KEADILAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ALA KETIKA HISAB (BAGIAN 1)

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-39 dari Silsilah Beriman Kepada Hari akhir adalah tentang “Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 1)”.

Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allāh Subhānahu wa Ta’āla terhadap amalan para hamba di dunia.

Hisab Allāh adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya; tidak ada kezhaliman sedikitpun.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬‌ۖ

“Sesungguhnya Allāh tidak akan menzhalimi meskipun sebesar dzarrah sekalipun.”

(QS An Nisā: 40)

⇒ Dan yang dimaksud dengan dzarrah adalah bagian yang paling kecil dari sebuah benda (atom).

◆ Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allāh berikan kepada para hamba adalah sangat banyak.

Seandainya Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengadzab semua makhluk, maka bukanlah hal itu sebuah kezhaliman.

Dan seandainya Allāh merahmati, niscaya rahmat Allāh Subhānahu wa Ta’āla lebih baik dari pada amalan mereka.

(Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd dan Ibnu Mājah)

 

Yang demikian karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah:

✓Pencipta mereka.

✓Raja yang memiliki kerajaan.

  • Semua mahluk adalah milik-Nya dan dalam kerajaan-Nya.
  • Dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam kerajaan-Nya.

Di antara yang menunjukkan keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

Pertama | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan.

(Lihat Surat Al-A’rāf: 172)

Kedua | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul (para utusan) kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini dan mengajak mereka untuk beriman dengan hari akhir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

رُّسُلاً۬ مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا

“Para Rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allāh Subhānahu wa Ta’āla setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla  adalah dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.”

(QS An Nisā: 165)

Ketiga | Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menugaskan para malaikat untuk mencatat semua amalan manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَـٰفِظِينَ (١٠) كِرَامً۬ا كَـٰتِبِينَ (١١)يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ (١٢)

“Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat-malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan.”

(QS Al Infithār: 10-12)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di Kota Al Madīnah

 KEADILAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ALA KETIKA HISAB (BAGIAN 1)

 

KEADILAN ALLÃH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA KETIKA HISAB (BAGIAN 2)

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 40 | Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab (Bagian 2)
Download Audio: https://goo.gl/bXr6EV

 

Keempat | Bahwasanya kebaikan dan kejelekan sekecil apapun yang disembunyikan di dalam hati maupun di nampakkan, akan didatangkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Tidak ada manusia yang di zhalimi karena kebaikan yang terlupakan atau karena kejelekan yang tidak dia lakukan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرً۬ا يَرَهُ ۥ (٧) وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬ شَرًّ۬ا يَرَهُ ۥ (٨)

“Maka barangsiapa yang mengamalkan kebaikan seberat atom sekalipun dia akan melihatnya. Dan barangsiapa mengamalkan sebuah kejelekan seberat atom sekalipun akan melihatnya.”

(QS Al Zalzalah: 7-8)

 

Kelima | Bahwasanya seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ۬ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ‌ۚ

“Dan sebuah jiwa tidak akan menanggung dosa jiwa yang lain.”

(QS Al An’ām: 164)

Kecuali, apabila seseorang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya dalam kesesatan tersebut.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثَمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya, tidak berkurang dari dosa mereka sedikitpun.”

(Hadits shahih, riwayat Muslim)

Keenam | Bahwasanya masing-masing kita akan dipersilahkan melihat sendiri isi kitabnya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَنُخۡرِجُ لَهُ ۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ ڪِتَـٰبً۬ا يَلۡقَٮٰهُ مَنشُورًا (١٣) ٱقۡرَأۡ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبً۬ا (١٤)

“Dan kami akan keluarkan baginya pada hari kiamat, sebuah kitab dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu pada hari ini yang menghisab dirimu sendiri.”
(QS Al Isrā: 13-14)

Ketujuh | Bahwasanya Allãh Subhanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan para saksi supaya tidak ada alasan bagi manusia.

◆ Di datangkan para rasul yang bersaksi atas umatnya bahwasanya mereka sudah menyampaikan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

فَكَيۡفَ إِذَا جِئۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةِۭ بِشَهِيدٍ۬ وَجِئۡنَا بِكَ عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ شَہِيدً۬ا

“Maka bagaimana jika kami datangkan seorang saksi dari setiap umat dan kami akan datangkan dirimu sebagai saksi atas mereka.”

(QS An Nisā: 41)

Malaikat akan menjadi saksi.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَجَآءَتۡ كُلُّ نَفۡسٍ۬ مَّعَهَا سَآٮِٕقٌ۬ وَشَہِيدٌ۬

“Dan akan datang setiap jiwa bersamanya malaikat yang menuntun dan malaikat yang menjadi saksi.”

(QS Qāf: 21)

◆ Bahkan anggota badan manusia akan menjadi saksi di hari kiamat.

Allāh berfirman :

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيہِمۡ وَتَشۡہَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

“Pada hari ini akan kami tutup mulut-mulut mereka dan tangan-tangan mereka akan berbicara dengan kami dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yang sudah mereka lakukan.”

(QS Yāsīn: 65)

 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai pada bertemu pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al Madīnah

KEADILAN ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ALA KETIKA HISAB (BAGIAN 1)