KEBAHAGIAAN YANG SESUNGGUHNYA

Syaih Sulaiman Ar-Ruhaily – Sumber : Shahih Fiqih

Seluruh manusia menginginkan kebahagiaan.

Dan cara mereka mencari kebahagiaan sangatlah beragam.

Sebagian manusia ada yang membayangkan bahwa kebahagiaan itu diraih dengan berkelana dan melancong ke berbagai negara.

Sehingga dia terus berkelana dari satu tempat ke tempat lain dari satu negeri ke negeri yang lain.

Keberadaan istri dan anak-anaknya belum cukup membuatnya bahagia.

Namun nyatanya, dia belum juga menemukan kebahagiaan.

Sebagiannya lagi ada yang mengira bahwa kebahagiaan ada pada harta yang melimpah & anak yang banyak,

Sehingga dia pun terus berjuang memperbanyak keduanya,

Namun nyatanya, hal tersebut malah melalaikannya dari perintah Allah,

Dia pun tidak menemukan kebahagiaan, justru keadaannya seperti yang  telah Allah firmankan,


Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur ”.

( QS At-Takasur 1- 2 )

Dan sebagian lagi berkeyakinan bahwa kebahagiaan ada pada praktek kemaksiatan & kelezatan duniawi,

Dan memberikan setiap apa yang dihasratkan jiwa dan diinginkan hawa nafsu,

Lalu dia pun masuk ke dalam kemaksiatan, kemudian dia dapati ternyata hatinya terasa sempit,

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”

( QS Thoha : 124 )

Kemudian dia tetap melakukan kemaksiatan lainnya, namun kenyataannya, dia belum juga menemukan kebahagiaan.

Sebagiannya lagi ada yang berpendapat bahwa kebahagiaan yang dicari selama ini tidaklah ada,

Dan tidak mungkin ada kebahagiaan di dunia,

Dan keadaan mereka semua sungguh memprihatinkan !,

Mereka tidak tahu cara mendapatkan kebahagiaan. Sungguh kebahagiaaan itu benar adanya !,

Demi Allah kebahagiaan benar adanya !

Sungguh kebahagiaan tersebut adalah surga dunia, dialah surga yang telah dikenal oleh para salaf,

Sesungguhnya kebahagiaan diraih dengan MEREALISASIKAN TAUHID,

Merealisasikan tauhid adalah sebab ketenteraman hati,

Karena seorang hamba menggantungkan hatinya hanya kepada Allah, sehingga hatinya pun tentram.

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan kezholiman, Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan rasa aman dan mereka mendapatkan petunjuk “.

( QS Al-An’am : 82 )

Karena kesyirikan adalah kezholiman.

Siapa yang menjamin keamanan untuk mereka ? Allah !

Dan yang Allah telah berikan rasa aman , siapa yang bisa membuatnya takut ?!

Hati akan tenang, jiwa akan tentram, nyaman dan bahagia dengan merealisakan tauhid,

Seorang hamba tidak akan merasa bahagia, seperti kebahagiaan yang  didapat dengan bertauhid !

Sesungguhnya kebahagiaan  diraih dengan AMAL SHOLIH & KEMURNIAN TAUHID.

Barangsiapa mengerjakan amal sholih atau kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dgn pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

( QS An-Nahl : 97 )

“ Barang siapa mengerjakan amal solih “,

Dan amal sholih harus terpenuhi padanya 2 syarat,

1.Ikhlas karena Allah, amalan tersebut bukan untuk tujuan dunia, bukan untuk riya atau sum’ah,

2.Mengikuti petunjuk Rasulullah, bukan bid’ah.

“ Barangsiapa mengerjakan amal sholih “ , Apakah khusus bagi kaum lelaki ? Tidak ! “ Bagi laki-laki maupun perempuan”.

Namun syaratnya “ Dalam keadaan beriman “., maksudnya bertauhid,

Maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik”.

( QS An-Nahl : 97 )

Allah membalasnya dengan kehidupan yang baik.

Dan orang yang telah Allah perbaiki kehidupannya, Siapa yg mampu mengacaukannya ?!

Siapa yang bisa mengacaukan kehidupan yang telah Allah perbaiki ?!

Sesungguhnya kebahagiaan diraih dengan  BERTAQWA KPD ALLAH

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,

& Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

( QS Ath-Thalaq: 2-3 )

Org yang bertaqwa akan menemukan jalan keluar dari kesempitan hidup.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibu Abbas ra,

“ Dari setiap kesempitan di dunia ini, dia menemukan jalan keluarnya,

“ Dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Rezeki yang baik akan mendatanginya, sehingga diapun merasakan kebahagiaan dan ketentraman hati.

Inilah kebahagiaan yang sebenarnya ! Inilah surga dunia!

Inilah manisnya dunia! Inilah kelezatan dunia! Dirasakan bagi siapa yang bisa menerapkan point2 diatas.

Allahu Akbar, Wahai saudaraku!

Perhatikan sabda agung yang pernah diucapkan olah Nabi ﷺ

Barangsiapa yang kehidupan dunia menjadi tujuan utamanya , maka Allah akan cerai beraikan urusannya & Allah terus jadikan kefakirannya berada tepat di depan matanya”,

Dan dunia tidak juga mendatanginya kecuali yang telah Allah tetapkan saja”,

Dan barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi prioritas utamanya maka Allah akan menyatukan seluruh urusannya”,

Dan Allah akan memberikankecukan dalam hatinya & dunia tetap akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

( HR Tirmidzi 2565 )

Allahu Akbar !!!

Hamba yang merealisasikan tauhid serta beramal sholih & menjadikan akhirat sebagai prioritas utamanya,

Allah akan satukan seluruh urusannya sehingga hatinya tenang di dunia ini,

Dan Allah berikan kecukupan di dalam hatinya sehingga dia akan terus menerus kaya & tentram,

Dan dunia tetap akan mendatanginya dalam keadaan hina,

Dia tidak akan dihalangi dari dunia karena memang rezeki sudah ditetapkan,   setiap orang rezeki tidak akan berkurang atau bertambah,

Namun keberkahan rezeki akan terus menyertainya dengan adanya ketaatan dan perbuatan baik.

Adapun mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya dan fokusnya hanya kehidupan dunia dan seluruh kelezatannya saja,

Tidak merasa dalam pengawasan Allah Aja Wa’ jala

Maka Allah akan cerai beraikan urusannya sehingga hatinya menjadi kacau balau,

Ketika hendak beranjak tidur, dia tidak bisa tidur karena Allah cerai beraikan isi hatinya,

Menghadap ke kanan & kiri tidak kunjung tidur,

Kemudian Allah jadikan kefakiran tepat di depan matanya, setiap kali melihat dia merasa dirinya masih saja fakir,

Dia terus mengejar dunia,

Maka yang terjadi dirinya semakin merasa fakir, semakin lelah dan semakin pedih, karena yang dia lihat hanyalah kefakiran.

Bersama dengan seluruh rasa lelahnya, Ternyata dunia tidak juga mendatanginya kecuali yang sudah Allah tetapkan saja, rezekinya tidak bertambah dengan sebab ini.

Intinya, yang namanya kebahagiaan , kebaikan & ketentraman diraih dengan menggantungkan hati kita kepada Allah,

Dan bersemangat dalam mengerjakan ketaatan , menjadi orang yang bertauhid,

Menjadi orang yang  ikhlas, menjadi orang yang sholih, menjadi orang yang bertaqwa.

Kita melakukan ketaatan di atas cahaya Allah, dengan mengharapkan pahala dari Allah,

Kita juga meningglkan kemaksiatan di atas cahaya Allah, disertai rasa takut akan adzab Allah.

Wahai saudara dan saudariku ! Demi Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

Sungguh aku mencintai kebaikan untuk kalian sebagaimana aku mencintai kebaikan untuk diriku sendiri.

Dan sungguh aku sangat berharap kita semua di dunia ini menjadi orang yang berbahagia,

Dan di akhirat kelak menjadi penduduk surga firdaus yang tertinggi.

Maka aku wasiatkan untuk diriku sendiri dan saudaraku sekalian, mari kita berpegang pada point2 yang tadi telah kami sebutkan,

Serta bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya ! Dan apabila kita bisa menerapkan itu semua, niscaya kita akan mendapatkan kebaikan dan keberkahan di dunia ini,

Dan kelak kita juga akan mendapati balasan yang paling sempurna, paling indah,dan paling tinggi nilainya disisi Allah,

Aku memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi,

Agar menetapkan untuk-ku & untukkalian, apa yang kita semua sukai & inginkan berapa kebaikan,

Dan memberikan kemulian-Nya & mengisi hati-hati dan rumah- rumah kita dengan kebahagiaan , kebaikan dan keberkahan,

Dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang bertauhid dan menerapkan sunnah serta beramal sholih,

Dan menjadikan kita di akhirat kelak sebagai penduduk surga firdaus yang tertinggi

Wallahu ta’ala a’laa wa a’lam.

Semoga shalawat & salam tersampaikan kepada nabi kita Muhammad shalallahu alayhi wasallam