Kebaikan Kepada Orang Yang Sudah Meninggal


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ أَخْبَرَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَنَسٍ الْمَكِّىِّ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِمْ

Dari Ibnu Umar ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Ingatlah kebaikan orang-orang yang meninggal di antara kalian dan tahanlah dari menjelek-jelekkannya.” (HR. Abu Daud : 4902)

Setiap yang sudah mati maka akan terputus semua kesempatan buat menambahkan amal kebaikan kecuali tiga hal saja : sedekah yang pahalanya terus mengalir, ilmu yang manfaat yang dengan ilmu itu banyak orang mendapatkan pengetahuan dan melakukan kebaikan, dan putra-putri yang sholih yang mendo’akan kepadanya.

Ustman bin Affan setiap kali mendatangi ‘area pekuburan’ selalu saja menangis hebat, bahkan  airmata tangisannya hingga membasahi dadanya, lain hal dengan Umar bin Abdul ‘Aziz, dari lantaran mengingat perihal kubur dan orang yang didalamnya menyebabkan kedua matanya ‘terjaga’ semalaman suntuk dan usai sholat shubuh pingsan tak sadarkan diri.

Dua cerita diatas ini semata disebabkan tentang orang2 yang sangat memikirkan nasibnya kelak didalam kubur, bahkan pada hadits lain Nabi saw mengingatkan bagi para pendosa besar kubur mereka akan memiliki 8 pintu yang keluar dari masing2 pintu tersebut kalajengking dan ular dan terus terjadi hingga hari kiamat. (*Semoga Allah selamatkan kita dan semua anak keturunan kita).

“MIN WAROOIHIM JAHANNAMU WA YUSQOO MIN MAAIN SHODIID, YATAJARRO’UHUU WALAA YAKAADU YUSIIGUHU WA YA’TIIHI al-MAUTU MIN KULLI MAKAANIN WAMAA HUWA BIMAYYIT, WAMIN WAROOIHI ‘ADZAABUN GHOLIIZH”

(dari belakangnya (stelahnya) ada neraka jahannam, dia akan diberi minum dari air nanah, diteguknya dan hampir dia tak bisa menelannya, dan datanglah (siksa) kematian kepadanya dari setiap arah, tetapi dia tidak juga mati dan setelah itu masih ada adzab yang berat), ayat 16-17 surat Ibrahim ini menjadi fase lanjutan siksaan mereka yang ‘sengaja’ melupakan kehidupan setelah kehidupan di dunia, alam kubur dan alam akhirat adalah sesuatu yang PASTI akan terjadi kepada siapa saja yang bernyawa.

Hadits diatas sebagai bentuk ‘kepedulian’ Nabi saw kepada para penghuni kubur, beliau melarang untuk menceritakan keburukan orang2 yang telah meninggal dunia karena boleh jadi hal tersebut akan semakin menambahkan ‘siksa’ kubur bagi mayit yang diceritakan. Beliau menganjurkan kepada yang hidup untuk selalu menyebutkan kebaikan orang2 yang mati karena boleh jadi itu akan meringankan siksa atau bahkan menambahkan kenikmatan bagi orang yang telah meninggal dunia.

Ya Nabii Salaam ‘Alaika…. Lelaki penuh welas asih, kasih sayang dan perhatiannya bukan hanya mereka yang masih hidup dan bertemu dengannya, tetapi juga kepada mereka yang telah mati dan bahkan tidak pernah bertemu dengannya.

Bila terhadap yang sudah mati masih diajarkan berbuat baik dan dilarang menceritakan keburukannya, tentunya terlebih berlaku kepada saudara2 kita yang masih hidup.

“WAQUULUU LINNASI HUSNA” ( dan berkatalah kepada manusia dengan santun)

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Kiriman Ust Syarif Matnadjih

Leave a Reply