KETIGANYA

Arti “Syawal” adalah “Peningkatan”, maka sungguh tak pantas kita mengalami penurunan amal selepas Ramadhan ini, diharapkan orang-orang yg beriman akan meraih derajat taqwa, menjadi muttaqin.

Sehingga bulan Syawal kualitas ibadah dan kualitas diri seseorang meningkat. Bukankah kemuliaan seseorang tergantung pada ketaqwaannya?

“Sesungguhnya orang yg paling mulia diantara kamu ialah orang yg paling bertaqwa”. (QS. Al-Hujurat : 13)

Lalu bagaimana amal seorang muslim di bulan Syawal?

“Maka istiqamahlah kamu, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yg telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”. (QS. Huud : 112)

Bentuk sikap istiqamah dalam amal adalah dgn mengerjakannya secara kontinyu, terus-menerus.

“Sesungguhnya amal yg paling dicintai Allah adalah yg terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita istiqamah, maka Allah SWT menjanjikan tiga keistimewaan yg akan kita dapatkan, yaitu:

إِنَّالَّذِينَقَالُوارَبُّنَااللَّهُثُمَّاسْتَقَامُواتَتَنَزَّلُعَلَيْهِمُالْمَلَائِكَةُأَلَّاتَخَافُواوَلَاتَحْزَنُواوَأَبْشِرُوابِالْجَنَّةِالَّتِيكُنْتُمْتُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yg mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dgn mengatakan: “Janganlah kamu TAKUT dan janganlah merasa SEDIH, dan GEMBIRA-kanlah mereka dgn jannah yg telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat : 30)

Tafsir ayat ini mengatakan bahwa :
1. Asy-syaja’ah (keberanian),
2. Al-ithmi’nan (ketenangan),
3. At-tafa’ul (optimis), akan bisa dirasakan dalam kehidupan ini,  bagi orang yg istiqamah beramal setelah Ramadhan.

Bukankah Allah yg kita ibadahi dgn penuh semangat dibulan Ramadhan itu adalah Allah yg sama dgn diluar bulan Ramadhan?

Lalu kenapa setelah Ramadhan menjadi turun semangatnya?

Hmm…Ayo semangaaat !………………….

 

Salam!

dari KTQS

Leave a Reply