Ketika Cinta Berbicara

Ketika Cinta Berbicara

Assalamu’alaikum Sahabat CintaQuran.

Para pujangga sastra, tak pernah kehabisan pena untuk menuliskan kisah cinta manusia. Dari kisah Romeo dan Juliet hingga Habibi & Ainun yang pernah tayang di layar lebar negeri kita. Dalam sejarah Islam, kisah cinta inspiratif juga tergambar jelas dalam kehidupan Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah atau Ali bin Abi Thalib dengan Siti Fatimah az-Zahra.

Ketika cinta berbicara, manusia bisa menjadi mulia atau terhina. Tergantung bagaimana dia mensikapinya. Jika cinta membuat kita gelap mata, hawa nafsu yang akan menjadi kepala dan kita menjadi hina karenanya. Rasulullah tidak pernah PACARAN dalam pekara cinta. Karena itu jebakan setan yang menggiring manusia mendekati zina. Mereka yang terjebak akan tergoda dan menabung dosa. Namun jika cinta disikapi sewajarnya, keimanan yang akan menjaga dan kita hidup mulia karenanya. Seperti Nabi Yusuf yang tak tergoda dengan paras cantik Siti Zulaikha yang tergila-gila padanya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita….(QS. Ali Imran: 14)

“Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kamu benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” (HR. At-Tirmidzi)

Hati-hati dengan gaya hidup hedonis yang memanjakan syahwat dibalik ekspresi cinta. Seolah fenomena Pacaran atau Teman Tapi Mesra suatu hal yang biasa padahal penuh dengan kubangan dosa. Tempatkan cinta Allah di atas segalanya. Agar hidup kita mulia di dunia dan di akhirat mendapat surga. Khitbah dan nikah adalah ekspresi cinta legal sesuai hukum syara. Jika sudah siap,menikah adalah pilihan utama dan pertama. Jika belum siap, kendalikan cinta dengan aktifitas dakwah dan berpuasa. Jika Rasullulah teladan kita tak pernah berpacaran, lantas apa alasan kita berbuat sebaliknya?

 

pacaran-doadankajianislami