KEYAKINAN YANG MENYIMPANG TENTANG SHAUM ASYURA (Syi’ah dan Khawarij)

KTQS # 732

KEYAKINAN YANG MENYIMPANG TENTANG SHAUM ASYURA (Syi’ah & Khawarij)

Sekarang ini banyak tersebar keyakinan bahwa hari asyura adalah hari kesedihan atau hari kegembiran dan hari anak yatim atau lebarannya anak yatim

Keyakinan ini adalah KEYAKINAN YANG TIDAK BENAR DAN MENYIMPANG dari ajaran islam yg lurus, tidak ada satu haditspun yg menyatakan seperti itu.

Ada 2 kelompok yg menyimpang terkait hari asyura:

> KELOMPOK SYI’AH
Keyakinan ini berkembang disebabkan saat itu 10 muharam 61 H, meninggalnya Husein bin Ali pada pertempuran dipadang karbala irak. Husein adalah cucu Rasulullah dari Ali bin Abi Thalib, sehingga hari itu dianggap sebagai hari anak yatim karena saat itu anaknya Husein menjadi yatim.

Mereka melampiaskan KESEDIHAN dgn memukul-mukul dan melukai badan sendiri.

> KELOMPOK KHAWARIJ
Mereka adalah kelompok An-Nashibah yg memberontak pada pemerintahan Ali. Mereka merayakan hari itu dgn BERSUKA-CITA karena telah berhasil membunuh Husein.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan ada 2 orang dari masing-masing kelompok tsb, yg pernah disampaikan Rasulullah di hadits yg shahih:

“Akan ada SEORANG PENDUSTA dan SEORANG PERUSAK dari Bani Tsaqif”. (HR. Muslim)

1. Si Pendusta adalah Al-Mukhtar bin Ubaid dari kelompok Syi’ah.

2. Si Perusak adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi dari Khawarij.

Berhati-hatilah dengan pemahaman keliru ini !

Mari kita kembalikan Syariat Islam yg lurus, jangan terpengaruh dgn sejarah yg datang kemudian. Hari Asyura sudah disyariatkan jauh sebelum kematian Husein.

Luruskan niat kita untuk melakukan Shaum Asyura karena Allah, seperti yg disampaikan Rasulullah saw kepada kita, BUKAN karena kematian Husein.

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply