KIFARAT BERSETUBUH DI SIANG RAMADHAN

Kajian Tematis al-Qur’an
& as-Sunnah # 449

KIFARAT BERSETUBUH DI SIANG RAMADHAN

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah Saw, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai Rasulullah, celaka!”

Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?”

Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa”. (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan).

Maka Rasulullah Saw berkata, ”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?”

Dia menjawab,”Tidak!”

Lalu Beliau Saw berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?”

Dia menjawab,”Tidak”

Lalu Beliau Saw bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?”

Dia menjawab,”Tidak”

Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Saw diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?”

Dia menjawab,”Saya orangnya”

Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!”

Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah ada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”

Maka Rasulullah Saw tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian berkata: “Berilah makan keluargamu!”. (HR. Al-Jama’ah)

KETERANGAN HADITS :
1. Begitu besarnya dosa orang berpuasa bersetubuh disiang hari Ramadhan. Hari itu shaumnya batal dan wajib diqodho.
2. Kafarat (denda)nya adalah wajib melakukan salah satu dari tiga jenis yg telah ditentukan tersebut, yaitu : 1. Membebaskan budak, atau 2. Berpuasa dua bulan berturut-turut, atau 3. Memberi makan enam puluh orang miskin.
3. Yang wajib membayar kifarat ini adalah sang suami, sedangkan istri tidak perlu melakukan kifarat, dalam hadits tsb sang istri malah menerima sedekah kifarat dari sang suami.

Salam !

dari KTQS

Leave a Reply