KONDISI BERDOA TIDAK MENGANGKAT TANGAN

KTQS #817

KONDISI BERDOA TIDAK MENGANGKAT TANGAN 

Berdoa sambil mengangkat tangan pada waktu berdoa yg banyak dilakukan ummat, misalnya ketika :

1. Melihat Ka’bah.
2. Selesai Menguburkan Jenazah.
3. Setelah adzan.
4. Setelah shalat wajib (sudah dikaji)

Padahal hadis-hadisnya dhaif dengan alasan sebagai berikut:

1. Ketika Melihat Ka’bah

Melihat Ka’bah di sini maksudnya pada pelaksanaan Umrah ketika masuk mesjid hendak Tawaf ketika pertama kali melihat Ka’bah.

Dari Ibnu Juraij, “Sesungguhnya Nabi Saw. apabila melihat Al Bait (Ka’bah), beliau mengangkat kedua tangannya berdoa,’Ya Allah! Tambahilah Rumah ini kehormatan, keagungan, kemuliaan, dan kewibawaan. Dan tambahilah orang yang menghormatinya dan memuliakannya dari orang yang mendatanginya untuk berhaji dan umrah kehormatan, keagungan, kemuliaan, dan kebajikan”. (HR. Al Baihaqi, as Sunanul Kubra, V : 73, As Syafii’, Musnad as Syafi’i, I : 339, al Umm, II : 169)

Lihat juga hadits HR. Al Baihaqi, as Sunanul Kubra, V: 73, Ibnu Abu Syaibah, al Mushanaf, VII : 102 dan HR. At Thabrani, al Mu’jamul Ausath, VII : 81, al Mu’jamul Kabir, III : 201.

Ketiga hadis di atas dhaif. Selain pada mata rantai sanadnya ada yang tidak bersambung (munqathi’), juga terdapat rawi yang bernama Ashim bin Sulaiman al Kauzi yang dinyatakan ‘Matrukul Hadis’ (haditsnya tidak dipakai).

Adapun mengenai doanya sendiri, diamalkan oleh shahabat seperti Umar tanpa mengangkat tangan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Syaibah.

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا  بِالسَّلاَمِ.

Bahwasanya Umar apabila beliau masuk ke Al Bait, beliau berdoa : ’Ya Allah! Engkaulah As-Salam dan dariMulah keselamatan. Maka hidupilah kami, wahai Tuhan kami dengan keselamatan’. (HR Ibnu Abu Syibah, al Mushannaf, VI : 81)

KESIMPULAN :
Berdoa ketika melihat ka’bah pada ibadah umrah dilakukan tanpa mengangkat tangan.

 

2.Selesai Menguburkan Jenazah

Dari Abdullah, ia mengatakan,’Demi Allah, sesungguhnya aku melihat Rasulullah Saw. pada perang Tabuk, beliau berada di pekuburan Abdullah Dzil Bajadain, Abu Bakar, dan Umar, semoga Allah meridai mereka. Beliau berkata,’Maukah kalian berdua membantuku terhadap saudarahmu? Mulailah beliau memasukkan (jenazahAbdulah) dari arah kiblat sampai Beliau menyandarkannya di liang lahat. Kemudian Nabi Saw. keluar dan menyerahkan pekerjaan itu kepada keduanya. Ketika selesai dari penguburan, Beliau menghadap ke kiblat mengangkat kedua tangannya seraya berdoa,’Ya Allah! Sesungguhnya akusarehariinisangatrida  kepadanya, ridailahia”. Sedangkan waktu itu pada malam hari”. (HR. Abu Nuaim, HilyatulAuliya, I : 122, Abu Al Farj, ShafwatusShafwah, I : 679, Al Bazzar, Musnad al Bazzar, V : 123, dan Al Haitsami mencantumkannya dalam Majama’uz Zawaid, IX : 369)

Hadis ini sangat dhaif disebabkan beberapa ke-dhaif-an:

Pertama, rawi Sa’ad bin As Shalt, dikategorikan sebagai rawi yang majhul (tidak dikenal).

Kedua, ketidak jelasan ke-mutashil-an (bersambungkepadaRasulullah saw) Saad bin As Shalt.

Ketiga, rawi bernama ‘Abad bin Ahmad Al ‘Aruzi yang dinyatakan matruk (haditsnya tidak dipakai).

3. Setelah adzan
Berdo’a setelah adzan tidak dengan mengangkat kedua tangan. (Lihat ta’liqot  kitab  Iqtidho’ Ash-Shirothol  Mustaqimhal. 429-430, cet. Maktabah Al-Anshor Mesir).

KESIMPULAN :
>Tidak perlu mengangkat tangan saat berdoa setelah menguburkan jenazah dan setelah adzan  dan juga dikondisi berdoa yg lainnya.

Kecuali yg memang harus mengangkat tangan sesuai dalil shahih dan contoh Rasulullah Saw.Lihat kajian KONDISI-KONDISI BERDOA >SAMBIL< MENGANGKAT TANGAN , selain di kajian itu tidak perlu mengangkat tangan.

Jadi, TIDAK SETIAP BERDOA MENGANGKAT TANGAN

 

 

Salam!

Copas dari KTQS

 

 
Barakallahu fiikum !

Copas dari KTQS

Leave a Reply