Mahazi 49 adalah Masalah Menyembelih Hadyu Tammatu dan Melempar 3 Jumroh serta Sholat Jumat juga Sholat Hari Raya Bagi Para Jama’ah Haji

[Halaqah 49] Masalah Menyembelih Hadyu Tammatu, Melempar 3 Jumroh, Sholat Jumat dan Sholat Hari Raya Bagi Para Jama’ah Haji

Hukum menyembelih Hadyu Tammattu’ sebelum tanggal 10 Dzulhijah , para ulama berselisih pendapat tentang ini dan mayoritas Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hambaliah mereka mengatakan tidak boleh menyembelih hadyu tammatu sebelum datangnya subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Berbeda pendapat tentang menyembelih setelah selesai umroh sebelum melakukan ihrom Haji boleh didalam madzhab Syafi’i .

Pendapat yang lebih kuat wallahu ta’ala a’lam adalah pendapat mayoritas ulama karena :

1. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tidak menyembelih hadyu beliau sebelum tanggal 10, dan beliau telah memerintahkan kita mengikuti beliau didalam manasik haji.

2. Para khulafa ur-Rasyidin tidak menyembelih hadyu mereka sebelum tanggal 10 dan Nabi telah memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan sunnah beliau dan sunnah para Khulafa ur-Rasyidin.

3. Kias kepada hewan kurban yang tidak boleh disembelih sebelum tanggal 10.

Hukum melempar 3 jumroh sebelum tergelincir matahari pada tanggal 11, 12 dan 13

Telah berlalu dalil-dalil bahwa melempar jumroh pada hari-hari tasyrik adalah setelah tergelincirnya matahari atau datangnya waktu dzuhur, dan ini adalah pendapat 4 Imam : Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i dan juga Ahmad Ibnu Hambal. 

Berkata al-Imam al-Mawardi dan beliau termasuk ulama didalam madzhab Asy-Syafi’i, meninggal pada tahun 450H : “Dan waktu melempar pada 3 hari ini adalah setelah tergelincirnya matahari. Apabila ia melempar sebelumnya adalah tidak mencukupi” (Kitab al-Hawwi al-Kabir jilid ke-4 halaman 194).

Dan berkata al-Imam an-Nawawi seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’I yang meninggal pada tahun 676H : “Dan tidak boleh melempar pada 3 hari ini kecuali setelah tergelincirnya matahari” (Kitab al Majmu Syarhul Muhadzhab jilid ke-8 halaman 225).

Hukum shalat Jumat dan shalat Hari Raya pada Jamaah Haji

Jama’ah Haji tidak diwajibkan shalat Jumat dan shalat Hari Raya Idul Adha. Namun barangsiapa diantara mereka yang sholat bersama kaum Muslimin yang disyariatkan melakukan shalat Jumat dan shalat Hari Raya seperti penduduk Mekkah, maka shalat Jumat dan shalat Hari Raya mereka adalah SAH.