Manusia adalah Penebar Manfaat

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ مِنْ جَرَّاءِ هِرَّةٍ لَهَا أَوْ هِرٍّ رَبَطَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا
هِيَ أَرْسَلَتْهَا تُرَمْرِمُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلًا

 

 

Telah menceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami. -lalu dia menyebutkan beberapa Hadits di antaranya, – Rasulullah saw bersabda: “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia ikat sehingga mati, ia tidak memberinya makan atau melepasnya sehingga bisa mencari makanan dari serangga bumi”. (HR. Muslim : 4751)

Berbuat baik itu memang harus dilakukan kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. Tidak ada kebaikan yang dilakukan kecuali akan berbalas kebaikan dan demikian berlaku untuk sebaliknya, begitulah yang banyak dijanjikan Allah dalam banyak FirmanNya didalam al-Quran.

“WAMAA TUQODDIMUU LI ANFUSIKUM MIN KHORIN TAJIDUUHU ‘INDA ALLAHI”

(dan apapun yang kalian lakukan untuk diri kalian berupa kebaikan maka kalian akan mendapati (pahalanya) disisi Allah).

Ayat ini menjadi pemberi semangat bagi siapa saja untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keridhoanNya dan segala janji dariNya.

Hadits diatas menjadi ancaman yang telah disiapkan bagi orang2 yang mendatangkan ‘petaka’ dan kesusahan, bila melakukannya kepada seekor hewan saja akan mendapatkan ‘kepedihan neraka’ apalagi bila melakukannya kepada manusia.

Bersyukurlah kepada mereka yang ‘diserapkan’ oleh Allah memiliki kecenderungan sayang dan senang memelihara binatang, karena ‘pintu’ syurga juga terbuka untuk mereka dari lantaran banyak kebaikan yang dilakukannya, tetapi juga ‘waspadalah’ bila kemudian hewan peliharaan tidak mendapatkan ‘haknya’ atau merasakan lapar karena kelalaian dari yang memeliharanya, ‘pintu’ neraka juga terbuka dan siap buat ‘melumat’ tubuhnya.

Pada hadits ini boleh jadi seakan nabi saw memberikan pesan untuk menjadi manusia ‘penebar’ manfaat buat sekitarnya, membantu menghilangkan kesulitan dan penderitaan kepada setiap makhlukNya, karena setiap kali kebaikan dilakukan oleh seorang hamba kepada setiap makhlukNya, maka Yang Maha Menciptakan akan ‘berterima kasih’ kepada yang telah melakukannya.

Bukan hanya manusia yang mempunyai perasaan dan harus diperlakukan dengan baik, tetapi terhadap hewan, tumbuhan dan yang ada di alam ini adalah merupakan kewajiban dan sebuah bentuk kemuliaan sikap.

Berkali kali al-Quran menceritakan bahwa semua yang ada di bumi dan di langit bertasbih kepadaNya, maka berlaku baik kepada semua ciptaanNya adalah Ibadah yang ‘harus’ mendapatkan ‘balasan’ dariNya.

Wallahu A’lam Bisshowab.

Kiriman Ustadz Syarif Matnadjih

Foto dari Google Pict

 

Leave a Reply