MAULID dan KITAB BARZANJI

MAULID & KITAB BARZANJI

Peringatan Maulid Nabi Saw (Kelahiran) tidak dicontohkan oleh Nabi, keluarganya serta sahabat-sahabatnya.
Pada acara tsb selalu disemarakkan dgn shalawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah Saw, yg mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’, dan ditambah dgn senandung qasidah Burdah.
Kitab Maulid Barzanji ditulis oleh Ja’far Bin Husain Bin Abdul Karim Al-Barzanji. Lahir 1000 thn setelah Rasulullah saw wafat.

Hanya sayang puji-pujian di kitab Barzanji banyak hal yg berlebihan sehingga terjadi pengkultusan, seperti hal nya mereka menyakini bahwa Rasulullah Saw hadir pada saat membaca shalawat, lalu mereka berdiri (Mahallul Qiymm) sambil membaca:

مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا مَرْحَبًا ياَ جَدَّ الْحُسَيْنِ مَرْحَبًا

“Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek Husain selamat datang”
Membaca Barjanzi inipun banyak dilakukan orang saat acara aqiqah bayi.
Kekeliruan di Qashidah Burdah, di dalamnya tercatat syair syirik terhadap Allah, misalnya,
يَا مُجِيْرُ مِنَ السَّعِيْرِ فَأَغِثْنِي وَأَجِرْنِي
فِي مُلِمَّاتِ اْلأُمُوْرِ يَا غِيَاثِ يَا مَلاَذِ
“Wahai Rasulallah yg menyelamatkan dari Neraka Sa’ir, tolonglah aku dan selamatkanlah aku. Wahai penolongku, wahai tempat berlindungku di dalam segala perkara-perkara yg sulit”.
Syair qashidah tsb memberikan pengertian bahwa menyifati Rasulullah dgn sifat sebagai Mujir (penyelamat), Ghiyats (penolong) dan Maladz (tempat berlidung), sebagai kata-kata yg menyekutukan Allah. Karena ketiga kata tsb hanya layak di sematkan pada Allah dan bukan kepada makhluk. Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah syirik.
Dan masih banyak lagi yg lainnya, karena isi kitab dan syair qasidahnya penuh dgn pengkultusan yg berlebihan kepada Nabi saw. Apalagi kekeliruan yg terdapat dalam kitab Daiba’ lebih banyak lagi yg menyimpang.
Salam !
———-
copas dari KTQS

 

Leave a Reply