MEMBACA SURAT YASIN DIKUBURAN ?

KTQS # 1017

MEMBACA SURAT YASIN DIKUBURAN ?

doadankajianislami-28.jpg

 

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, di malam jum’at, dipengajian, di acara kematian, dikuburan dan pada acara-acara lain.

Padahal yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin yaitu hadits-hadits yg semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu), banyak haditsnya namun dua diantaranya adalah :

Sunan Abu Dawud: Dari Ma’qil bin Yasir, ia berkata, Nabi Saw. telah bersabda, “Bacalah surat Yaasiin untuk orang yg mati di antara kamu”. (Riwayat Imam Abu Dawud: kitab Sunan Abu Dawud, Juz III, halaman 191)

“Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap Jum’at dan membacakan surat Yaasiin (di atasnya), maka ia akan diampuni (dosa)nya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya”.

Keterangan: HADITS INI PALSU
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy (I/286), Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan (II/344-345) dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi dalam Sunannya (II/)91 dari jalan Abu Mas’ud Yazid bin Khalid. (Lihat Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 50). Dalam hadits ini ada ‘Amr bin Ziyad Abul Hasan ats-Tsaubani. Kata Ibnu ‘Adiy: “Ia sering menyampaikan hadits-hadits BATHIL”).

Membaca Yasin diperuntukan kepada orang yg sudah mati tentunya suatu hal yg sangat ganjil karena salah satu ayat yg terdapat di dalam surat Yasin itu sendiri Allah berfirman:

“Supaya ia (Al-Qur’an) memberi peringatan kepada orang yg HIDUP…”. (QS. Yasin :70)

Jelas, Allah menyatakan dengan tegas di salah satu ayat di surat yasin bahwa Al-Qur’an ini menjadi peringatan untuk orang-orang yg hidup. Sedangkan saudara-saudara kita membacakan surat Yasin ini di hadapan orang-orang yg mati (mayat).

Kesimpulan, membaca Yasin disisi orang yg hampir mati maupun yg telah mati tidak boleh dikerjakan baik pada hari wafatnya atau hari lainnya seperti hari ke3, ke10, ke40 dst, karena tidak ada contoh dan perintahnya dari Rasulullah saw.

 

 

 

 

 

TANYA JAWAB

HADITS TENTANG SURAT : YAASIIN & Ad-DUKHAN

> TANYA

Bukankah ada hadits bagi siapa yg membaca yasin dan dukhan akan diampuni dosanya? mohon pencerahannya. Tks. Salam. (Bp. R, NTT)

JAWAB

Hadits yg dimaksud adalah : “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadits ini PALSU

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini palsu dari semua jalannya/batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

Syaikh Musthofa Al ‘Adawi mengatakan bahwa hadits tersebut tidak shahih (Lihat At Tashil li Ta’wilit Tanzil Juz-u Tabarok, hal. 64)

> TANYA

Dengan demikian tidak ada satupun hadits yg benar shahih yg ada perintah untuk membaca surat yasin? (Bu N, Jkt)

JAWAB

Tidak ada sama sekali perintahnya karena tidak ada satupun hadits yg shahih, yg beredar adalah hadits lemah bahkan palsu, termasuk juga keutamaan membaca surat ar-Rahmaan, Yasin Fadhilah, ayat 15, dll.

Kenapa terjadi perbedaan dalam hal membaca yasin? karena sikap ta’ashub madzhabiy (fanatik terhadap golongan) dan taqlid buta yg berlebih-lebihan serta ketidak pahaman terhadap hadits-hadits yang dha’if (lemah) maupun maudhu (palsu).

Bagi kita cukuplah tidak melakukan apa yg tidak ada perintah untuk melakukannya, masih banyak ibadah lain yg jelas perintahnya pun belum kita amalkan, insya Allah kita tidak akan kekurangan amalan ibadah, inilah sikap kehati-hatian seorang muslim yg harus menjadi pegangan.

Semoga bermanfaat…

 

Salam!

Copas dari KTQS