Membacalah!

Membacalah!

Assalamu’alaikum Sahabat CintaQuran.

Seorang bocah terlihat sendiri tengah duduk dalam gubuk pinggir lapangan. Sementara teman-teman sebayanya asyik bermain sepakbola penuh tawa dan canda. Selesai bermain, anak-anak berkumpul di gubuk. Lalu sang bocah pun bercerita dengan detail tentang tokoh-tokoh dunia dan tempat menarik di belahan dunia lain. Teman-temannya hanya bisa ternganga dan berdecak kagum akan keluasan wawasan bocah itu. Dia memang tak bisa bermain bola, tapi senang membaca sehingga pandai bercerita dan berbagi ilmu berharga. Dia dapat ilmu dengan bersepeda dari desanya ke kota sejauh puluhan kilo meter demi membeli buku di tukang loak. Bocah itu seorang penulis best seller yang di kenal sebagai Muhammad Fauzhil Adhim.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemura. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS. Al-Alaq: 1-5)

Dengan membaca, banyak ilmu yang bisa kita dapat. Sayangnya, era digital banyak menggerus budaya baca di antara kita. Media audio visual lebih diminati untuk belajar dibanding membaca. SMS, BBM, Chatting, atau dengerin musik jadi pilihan utama diwaktu senggang daripada membaca . Padahal membaca membantu menggerakkan nalar. Melatih ketajaman berpikir dan memancing rasa ingin tahu yang menggiring pada pendalaman belajar. Sang proklamator, Soekarno-Hatta, dikenal sebagai maniak baca semasa mudanya. Sehingga mengantarkan Soekarno sebagai politikus ulung dan Hatta sebagai ahli ekonomi. Era digital sejatinya meningkatkan minat baca karena kemudahan akses e-book atau e-magazine. Bukan malah melahirkan generasi pembaca headline yang gampang jenuh kalo baca artikel panjang atau buku. Mari kita budayakan membaca untuk kita, keluarga, tetangga, atau di sekolah. Agar keilmuan kian terasah dan masa depan kian cerah.

Membacalah!