MENGENAL RASULULLAH YANG DIANTARA TUGASNYA MEMBAWA PERINTAH DARI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Kamis, 22 Jumādal Akhir 1437 H / 31 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam
Halaqah 2 | Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Membawa Perintah Dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla
⬇ Download Audio: https://goo.gl/66dgTS
———————————–
MENGENAL BELIAU SEBAGAI SEORANG RASŪL YANG DIANTARA TUGASNYA MEMBAWA PERINTAH DARI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah “Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai seorang utusan, membawa perintah-perintah dari Allāh
Beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan sesuai kemampuan kalian”.
(HR Muslim)
Dan perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla ada 2 macam:
⑴ Wajib
⑵ Sunnah (dianjurkan)
■ WAJIB
Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa, seperti:
• Shalat 5 waktu
• Berpuasa Ramadhān
• Haji bagi yang wajib
• Memakai hijab bagi wanita
• Dan lain-lain.
Maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.
■ SUNAH
Adapun amalan yang sunnah apabila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti:
• Shalat rawatib
• Shalat dhuha
• Puasa Senin dan Kamis
• Puasa Nabi Dāwūd
• Dan juga amalan-amalan sunnah yang lain.
Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita, misal:
• Bila kita tidak mampu shalat wajib dengan berdiri, maka kita duduk.
• Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan sholat berjama’ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan shalat tersebut dirumahnya.
• Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Ramadhān karena sakit atau bepergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.
• Orang yang tidak mampu shalat malam 11 raka’at, maka dia bisa shalat malam lebih sedikit dari itu.
• Demikian pula orang yang tidak mampu berpuasa Dāwūd ‘alayhissalām, maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah ke-2 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
وبِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ ووَبَرَكَاتُهُ
Saudaramu, ‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
MENGENAL BELIAU SEBAGAI SEORANG RASŪL