MENGHIDUPKAN LAILATUL QADR dan ITIKAF

KTQS # 888

MENGHIDUPKAN LAILATUL QADR & ITIKAF

“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari 10 hari terakhir (bulan Ramadhan)”.

(HR Bukhari no. 1878)

 

ARTI ITIKAF : Berdiam diri. Secara syar’i : berdiam diri di Masjid utk beribadah, shalat, shaum, doa, dzikir, beristighfar, membaca al-Qur’an, dll yg bersifat ubudiyah.

Dari Aisyah, “Biasa Rasulullah saw beritikaf sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan”. (Mutafaq ‘alaihi)

Asy Syaikh bin Qu’ud ra berkata: “Rasulullah lebih bersungguh2 beribadah pd 10 hari terakhir bulan Ramadhan utk mengerjakan shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdo’a”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

TEMPATNYA, Itikaf dilakukan di Masjid (al-Baqarah 187)

KETENTUANNYA, Itikaf siang malam, tidak boleh keluar Masjid kecuali keperluan tertentu, makan, minum dan buang hajat (Musnad IX:363 no. 24575, Muslim I:150, 297)

#Bolehkah wanita beritikaf?
> Boleh, selama kewajibannya sebagai Ibu dan istri tidak terabaikan dan dpt ijin suami.
#Jika sdg berhalangan haid, bgmn?
> Lakukan ibadah selain shalat dan puasa serta thawaf, yaitu dzikir, doa, baca qur’an, dll.
#Bolehkah hanya malam saja dan pulang shubuh dgn alasan siang kerja atau sekolah?
> Boleh, lakukan yg bisa dilakukan. Kaidah mengatakan, “Maa laa tudraku kulluhu, fa laa tutraku kulluh, Apa-apa yg tidak bisa kita raih sepenuhnya, jgn tinggalkan sepenuhnya”

 

Doa Rasulullah SAW di 10 hari terakhir:

‘Aisyah bertanya pd Rasulullah: “Wahai Rasulullah jika aku mendapati Lailatul Qadr, do’a apakah yg aku baca pd malam tersebut?

Nabi menjawab: “Bacalah:

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL AFWA FA’FU’ANNI.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka. ampunilah aku”. (HR. Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah)

 

Salam !

Copas dari KTQS

Leave a Reply