MERAMAL NASIB BAIK dan BURUK

KTQS # 741

MERAMAL NASIB BAIK & BURUK

Mengetahui nasib seseorang baik atau buruk termasuk ilmu nujum dan merupakan bagian dari sihir.

Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman :

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir)”. (Qs. Al Baqarah: 102)

Seseorang yang mempercayai ada orang yg bisa meramal nasib, secara langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib.

Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman :

“Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (Qs. An Naml: 65).

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan
terjadi besok, sebagaimana firmanNya:

“dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati”. (Qs. Luqman: 34)

Jelas, bohong besar bila ada yg mengaku mengetahui ilmu gaib dan itu masuk kedalam kekafiran yg mengeluarkannya dari islam.

Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, mengetahui baik buruknya nasib seseorang, mengetahui hal yg akan datang, lalu menyuruh utk melakukan ini dan itu, membaca ini dan itu sekian kali untuk menangkal keburukan, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum, guru, kyai, ajengan, ustadz, atau orang biasa, dll.

Salam !
Copas dari KTQS

Leave a Reply