NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR)-2

KTQS # 1025

NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR)

doadankajianislami-NCTR
– Ringkasan Mudah Sesuai Sunnah (2 dari 6)
—————————————————————–
Bagi suami yang telah menjatuhkan talak pada isterinya ia mempunyai kewajiban sebagai berikut:
a. Suami memberi sesuatu yang berharga dari suami kepada isterinya sesuai dengan kemampuan suami.
b. Suami bersikap santun dan ramah terhadap isteri.
3. Khulu’
Khulu’ adalah talak yang di jatuhkan suami karena mengabulkan permintaan isterinya dengan cara membayar tebusan dari pihak isteri kepada suami setelah terjadi khulu’ (bisa jg dgn mengembalikan mas kawin). Antara suami dan isteri berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Suami boleh menjatuhkan talak kepada isteri, ketika isterinya dalam keadaan haid.
b. Suami tidak dapat menggauli isterinya pada masa iddah dan juga tidak bisa menambah talak. Jika antara suami dan isteri ingin bersatu kembali harus dengan akad baru.
4. Pasakh
pasakh adalah terjadinya talak yang di jatuhkan oleh hakim atas pengaduan isteri atau suami. Perceraian dalam bentuk pasakh ini dapat terjadi karena beberapa hal sebagai berikut:
a. Terdapat suatu aib atau cacat pada salah satu pihak.
b. Suami tidak dapat memberi nafkah kepada isterinya.
c. Terjadi penganiayaan yang berat oleh suami kepada isterinya.
d. Suami merasa tertipu karena keadaan isteri tidak sesuai dengan janji yang telah di sepakati.
e. Suami berlaku murtad.
f. Suami hilang atau pergi dan tidak jelas tempatnya atau tidak jelas hidup atau matinya.
5. Bilangan Talak
Bilangan talak ada tiga macam, yaitu: Talak Satu, talak dua, dan talak tiga. Talak satu dan talak dua di sebut dengan talak pas’i, yaitu talak yang terjadi antara suami dan isteri dan boleh rujuk ketika dalam masa iddah. Adapun talak tiga yang terjadi antara suami dan isteri, maka tidak boleh mengadakan rujuk di antara keduanya pada masa iddah.
Jika keduanya ingin kembali bersatu maka harus di lakukan dengan akad nikah yang baru dan telah di selang orang lain.

Salam!

copas dari KTQS