ONANI / MASTURBASI

 

Apa yang biasa dilakukan utk mengekang kebutuhan biologis bagi suami istri yang berjauhan jarak atau para narapidana yang mendekam di dalam penjara atau bagi mereka yang belum menikah?

◊ Para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram.

Argumentasi mereka akan pengharaman onani ini adalah bahwa Allah swt tlh memerintahkan utk menjaga kemaluan dlm segala kondisi kecuali terhadap istri

◊ Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa onani hanya diharamkan dalam keadaan-keadaan tertentu dan wajib pada keadaan yg lainnya.

Mereka mengatakan bahwa onani menjadi wajib apabila ia takut jatuh kepada perzinahan jika tidak melakukannya.

Hal ini juga didasarkan pada kaidah mengambil kemudharatan yang lebih ringan.

Namun mereka mengharamkan apabila hanya sebatas untuk bersenang-senang dan membangkitkan syahwatnya. Mereka juga mengatakan bahwa onani tidak masalah jika orang itu sudah dikuasai oleh syahwatnya sementara ia tidak memiliki istri demi menenangkan syahwatnya.

◊ Para ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa onani itu diharamkan

kecuali apabila dilakukan karena takut dirinya jatuh kedalam perzinahan atau mengancam kesehatannya sementara ia tidak memiliki istri serta tidak memiliki kemampuan untuk menikah, jadi onani tidaklah masalah.

◊ Diantara ulama yang berpendapat bahwa onani itu makruh adalah Ibnu Umar dan Atho’.

Hal itu dikarenakan bahwa onani bukanlah termasuk dari perbuatan yang terpuji dan bukanlah perilaku yang mulia.

◊ Diantara yang membolehkannya adalah Ibnu Abbas, al Hasan dan sebagian ulama tabi’in yang masyhur.

Al Hasan mengatakan bahwa dahulu mereka melakukan nya saat dalam peperangan.

 

KESIMPULANNYA:
Dari pendapat-pendapat para ulama diatas TIDAK ADA dari mereka yg secara TEGAS menyatakan HARAM MUTLAK dan bahwa onani itu SAMA DENGAN ZINA.

Utk menekan hasrat seksual, ikhtiarkan dgn perbanyak melakukan shaum sunnah dan berolahraga.

 

 

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply