Pahala Jihad dan Hijrah

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ نَاعِمًا مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلَاهُمَا قَالَ فَتَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا
 

Sesungguhnya Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata;

Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah saw lalu dia berkata:

Aku bai’at (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad, karena aku mengingini pahala dari Allah. Nabi saw bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”

Jawab orang itu; Bahkan keduanya masih hidup.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi: Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah?

Jawabnya; Ya,

Nabi saw bersabda: “Pulanglah kamu kepada kedua orang tuamu, lalu berbaktilah pada keduanya dengan sebaik-baiknya”.(HR. Muslim : 4624)

Bila kemarin kita mengaji tentang ‘kedahsyatan’ kasih sayang seorang bunda terhadap anak dan hadiah besar yang menantinya, maka pengajian hari ini berkaitan dengan pahala yang akan didapatkan oleh setiap anak yang melakukan kebaktian kepada kedua orang tua, dan semoga ini akan menstimulasi bagi yang membacanya buat berbuat yang terbaik kepada orang2 yang ‘darah’ mereka mengalir didalam tubuh kita.

“WA QODHOO ROBBUKA ALLA TA’BUDUU ILLA IYYAHU WA BIL WAALIDAINI IHSAANA” (dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua).

Tidak kurang dari 4 kali al-Quran menyandingkan perintah menyembah kepada Allah dengan berbuat baik kepada kedua orangtua dalam satu rangkaian ayat, hal ini membuktikan kedudukan yang istimewa yang dimiliki orangtua dan ‘pentingnya’ berbuat baik kepada keduanya.

Kesibukan yang sedang dirasakan seseorang seringkali membuat ‘lupa’ untuk berbuat baik terhadap orangtua, tidak jarang didapati seseorang anak yang lebih ‘mendewakan’ istri dan anak2nya atau bahkan pekerjaannya dibandingkan dengan berbuat baik kepada orangtuanya.

Memang benar, orangtua akan ‘terkatup bibirnya’ dari berucap tentang ‘ketidak adilan’ perlakuan dan sikap anak yang telah dibesarkan dan dididiknya, lantaran begitu kuat ‘cinta’ yang mereka punya kepada kita, tetapi pernahkah kita berusaha ‘menyelami’ perasaan dan keinginan yang mereka simpan nun jauh didalam lubuk hatinya.

Tak usah menunggu mereka meminta,  berikan saja, bila engkau memiliki yang mereka inginkan, karena itu termasuk sebuah kebaktian dan berarti menjalankan perintah Tuhan, pahalanya laksana engkau ‘terbunuh’ di medan perang bersama Nabi saw, atau sebanding perjalanan hijrahmu menemani Nabi saw.

Berbuat baiklah kepada mereka, karena kebaikan mereka ‘kelewat’ banyak dan tiada berbilang, santunlah bertutur kepada mereka, karena do’a2 dan airmata mereka terlalu sering memecah kesunyian malam demi melihat kebahagian terjadi pada anak2nya dan kita berada didalamnya.

Balasan Jihad dan Hijrah adalah Syurga, dan bila pahala  Jihad dan Hijrah sudah dijanjikan oleh Nabi saw kepada setiap anak yang berlaku baik kepada kedua orangtuanya dalam ucapan maupun perbuatan, maka tak ada lagi alasan buat sang anak menundanya apalagi tidak melakukannya.

Coba tatap wajah mulia mereka, atau bayangkan bila saat ini sedang berjauhan, mereka semakin tua, mereka semakin lemah, setelah itu lakukan yang terbaik yang kita bisa dan jangan lagi terlalu lama menundanya.

Wallahu A’lam Bisshowaab

dari Ustadz Syarif Matnadjih

foto dari Google Picture

 
berdoalah-berdoalah-berdoalah

Leave a Reply