PERCERAIAN

CERAI ? JANGAN LAH !

Jangan mudah menjadikan kata cerai sebagai solusi. Jaga agar keluarga tetap utuh.

Hukum perceraian memang beragam, disesuaikan dengan kondisi, bisa menjadi mubah, makruh, haram, atau malah wajib.

Tapi pada dasarnya  perceraian adalah bagian dari program besar iblis. Raja setan ini sangat bangga dan senang ketika ada anak buahnya yang mampu memisahkan antara suami-istri. Disebutkan dalam hadis dari Jabir, Nabi Saw bersabda,

“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’
Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu’”. (HR. Muslim, no.2813)

Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dgn perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, dll”. (Faidhul Qadir, 2:408).

Memang pada dasarnya, talak adalah perbuatan yang di bolehkan oleh Islam. Akan tetapi, perceraian memberikan dampak buruk yang besar bagi kehidupan manusia. Betapa banyak anak yang terlantar, tidak merasakan pendidikan yang layak, gara-gara broken home.

Sekali lagi, jangan sampai kita mengabulkan keinginan dan harapan iblis.

Pikirkan ulang, dan ingat masa depan anak-anak. Apabila ada masalah, bicarakan baik-baik dengn pasangan untuk dicari solusinya.

 

 CERAI ? BOLEH KOK !

Tidak setiap perceraian itu dibolehkan dalam Islam, karena ada talak yang dimakruhkan, bahkan diharamkan.

Karena hal itu dapat merobohkan bangunan rumah tangga yang sangat ditekankan Islam agar kita membina dan membangunnya.

Sehingga perceraian yang disyari’atkan oleh Islam itu mirip dengan operasi menyakitkan yang dirasakan oleh seseorang yang menjalani sakitnya. Bahkan terkadang salah satu anggota tubuhnya harus dipotong demi menjaga seluruh anggota tubuhnya yang tersisa, atau karena menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Apabila sampai diputuskan untuk bercerai antara dua pasangan dan tidak berhasil segala sarana perbaikan dan upaya mempertemukan kembali di antara kedua belah pihak,

Maka perceraian dalam keadaan seperti ini merupakan obat yang sangat pahit yang tidak ada obat yang lainnya. Oleh karena itu dikatakan dalam pepatah, “Jika tidak mungkin bertemu, maka ya berpisah.”

Al Qur’an Al Karim juga mengatakan:

“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya…” (An-Nisa’: 130)

Apa yang telah disyari’atkan oleh Islam, itulah yang sesuai dengan akal, hikmah dan kemaslahatan. Karena termasuk sesuatu yang jauh dari logika akal sehat dan fithrah, jika dipaksakan bersatu yang keduanya sudah tidak saling menyayanginya dan tidak saling mempercayai.

Sesungguhnya memaksakan bersatu ini adalah siksaan yang berat. Manusia tidak akan tahan, karena lebih buruk daripada penjara sepanjang masa. Bahkan menjadi neraka yang kita tidak kuat menahannya.

Pertahankanlah selagi itu bisa, namun apabila sulit… Its your choice !

SHAHIHKAH HADITS :
Perceraian, Halal Tapi Dibenci Allah ???

✓ Imam At-Tirmizi ra (1863): Katsir bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami (dia berkata): Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Mu’arrif bin Washil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Umar dari Nabi saw beliau bersabda:

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ
“Perkara halal yg paling Allah benci adalah perceraian”.

Hadits ini DHAIF dengan dua sebab:

1. Terjadinya idhthirab (kegoncangan) dalam sanadnya. Kadang hadits ini diriwayatkan dengan sanad Mu’arrif dari Muharib dan kadang diriwayatkan dengan sanad Mu’arrif dari Al-Wadhdhah dari Muharib dgn tambahan Al-Wadhdhah.

2. Juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Khalid dan Isa bin Yunus dari Ubaidillah bin Al-Walid Al-Wushafi dari Muharib dari Nabi saw secara mursal. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2018 dan Ibnu Adi dalam Al-Kamil (1/236).

HADITS DHAIF lainnya :

✓ Ad-Dailami meriwayatkan dari Muhammad bin Ar-Rabi’: Ayahku menceritakan kepada kami dari Humaid bin Malik dari Mak-hul dari Muadz bin Jaba dari Nabi saw :

إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الطَّلاَقَ، وَيُحِبُّ الْعِتَاقَ
“Sesungguhnya Allah membenci perceraian dan mencintai pembebasan budak”

DHAIF dengan sebab:
1. Humaid bin Malik dihukumi dha’if (LEMAH) oleh Yahya bin Ma’in dan Abu Zur’ah.
2. Makhul tidak mendengar hadits ini dari Mu’adz sehingga sanadnya munqathi (TERPUTUS).

✓ Ad-Dailami juga meriwayatkan dari Muqatil bin Sulaiman dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi saw :
مَا أَحَلَّ اللهُ حَلاَلاً أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ النِّكَاحِ، وَلاَ أَحَلَّ حَلاَلاً أَكْرَهَ إِلَيْهِ مِنَ الطَّلاَقِ

“Tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia cintai daripada pernikahan. Dan tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia benci daripada perceraian.”

DHAIF dengan Sebab :
Waki’ dan lainnya berkata tentang Muqatil, “Dia PENDUSTA”

(Al-Ahadits Adh-Dhaifah 7/140, 9/406 dan Irwa’ Al-Ghalil 7/106)

KESIMPULAN : Ketiga hadits tsb tidak bisa dijadikan dalil.

Adapun sunah/hadits yang dijadikan dasar yakni :

– kisah Zaid dan Zainab bercerai, nabi saw mendiamkan dan tidak membencinya
– Kisah Tsabit bin Qais bin Syammas :

hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.

“Isteri Tsabit bin Qais bin Syammas mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata ;
“Wahai Rasulullah, aku tidak membenci Tsabit dalam AGAMA dan AKHLAQnya. Aku hanya takut kufur”.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kamu mengembalikan kepadanya kebunnya?”. Ia menjawab,“Ya”,maka ia mengembalikan kepadanya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, dan Tsabit pun menceraikannya”
[HR Al-Bukhari]

 

Salam !
copas dari Kajian Tematis Al Qur’an dan Sunnah – Daarul Arqom Al Fikri-Bandung

Leave a Reply