Perjanjian Sampai Allah Angkat Gunung Sinai

Dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 93, tertulis firman Allah

“Ingatlah, ketika kami mengambil janjimu dan kami angkat gn Sinai di atasmu seraya berfirman,

“Pegang teguh apa yang Kami berikan padamu dan dengarkanlah!”

Mereka menjawab, “Kami mendengarkan, tetapi kami tidak menaatinya.”

Kemudian ditumbuhkan dalam hati mereka kecintaan menyembah patung anak sapi karena kekafiran mereka.

Katakan,”Sangat buruk perintah dalam kepercayaanmu itu jika kamu orang-orang beriman!”

membaca ayat ini, sungguh lua biasa perlakuan Allah terhadap bani Israil, sampai-sampai untuk menandakan bahwa perjanjian itu penting, Dia membuktikan kekuasaan-Nya dengan mengangkat gunung!!!

Dan walaupun demikian, ternyata bani Israil tidak mematuhi perjanjian yang begitu spektakuler.

Janji apakah yang dimaksud,

Mari kita lihat Quran Surat Al Baqarah ayat 83 :

Ingatlah, ketka Kami mengambil janji dari Bani Israil,

“Jangan kamu menyembah selain Allah,

Berbuat baiklah kepada kedua orang tua,kerabat,anak yatim dan orang2 miskin,

Berkatalah yang baik kepada manusia

Laksanakan shalat, dan

Tunaikan zakat.”

Namun kamu berpaling dan membangkang, hanya sebagian kecil dari kamu yang taat.

 

Jadi janji itu telah dilanggar oleh Bani Israil dengan menyembah anak sapi (padahal poin pertama : Jangan menyembah selain Allah)

Walaupun ayat ini diceritakan perintah pada Bani Israil, namun karena ada dalam kitab suci kita umat Islam, jadi tentunya perintah itu sama berlaku untuk kita juga. Lima point di atas baik untuk menjadi pancasila kita ­čÖé

Lebih menarik adalah point “Berkatalah yang baik pada manusia”, ini berlaku untuk sesama manusia seluruhnya.

Lihat Quran Surat An Nisa 148:

Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi *) Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

*) orang yang dizalimi boleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa tentang keburukan-keburukan orang yang menzaliminya

Bagaimana halnya bila kita berkata2 kepada orang tua? Ternyata orang tua kedudukannya tidak sama dengan seluruh manusia-manusia lain.

Mari kita lihat, dalam Quran Surat Al Isra ayat 23.

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya sampai berusia lanjut dalam perawatanmu, maka jangan kamu ┬ákatakan “ah” kepadanya dan membentuknya. Ucapkanlah perkataan yang mulia kepada keduanya.

Sebagai catatan:

Kebanyakan terjemahan Quran mengartikan “kariiman” dengan baik, padahal itu artinya lebih dari baik yaitu “mulia”, contoh Al Quranulkarim artinya adalah Quran yang mulia.

Jadi perkataan kita kepada orang tua tidak cukup dengan perkataan yang baik saja melainkan perkataan yang mulia.

 

Dari pertemuan rutin bersama

Ust Muhammad Nur Muttaqien-Bandung