PERNIKAHAN BEDA AGAMA 

Beberapa member Kajian ini mempertanyakan tentang Pernikahan berbeda agama. Bagamana Islam memandang hal ini?

Dalam surah al-Mumtahanah ayat 10:

“Hai orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka: maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka (muslimah). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Surah al-Baqarah ayat 221 :

“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke sorga dan ampunan dengan izin-Nya.”

Meskipun ayat-ayat tersebut berbicara dalam konteks orang musyrik, namun karena alasan pelarangan yang cukup jelas, yaitu mereka akan mengajak ke naraka, maka ini menunjukkan berlaku pada semua non muslim.

Dalam pernikahan muslimah dengan non muslim, dikhawatirkan akan menyebabkan muslimah meninggalkan agamanya, atau paling tidak menyebabkannya tidak bisa mengamalkan agamanya, karena pernikahan sarat dengan nilai agama, dan kecenderungan perempuan mengikuti suaminya.

Apakah seorang laki2 muslim boleh menikahi wanita non muslim?  Tetap tidak boleh dan haram hukumnya.

Ada beberapa ulama menyatakan bahwa pernikahan seorang laki2 muslim dengan wanita Ahlu Kitab diperbolehkan/halal hukumnya. Yaitu berlandaskan al-Quran ayat 5 surat al-Maidah.
Tapi sekarang ahlu kitab itu sudah tidak ada lagi karena kitab2 mereka sekarang sudah banyak dirubah dari aslinya. Kalau kitab mereka masih asli maka mereka akan meyakini bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.

 
Salam !
Copas dari KTQS

Leave a Reply