PERPISAHAN ANTARA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DENGAN ORANG-ORANG MUNAFIQ

 

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 58 | Perpisahan Antara Orang-Orang Yang Beriman Dengan Orang-Orang Yang Munafiq
Download Audio : https://goo.gl/KKqVbo

PERPISAHAN ANTARA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DENGAN ORANG-ORANG MUNAFIQ

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-58 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang

“Perpisahan Antara Orang-Orang Yang Beriman Dengan Orang-Orang Yang Munafiq”.


Setelah bangkit dari sujud, maka orang-orang yang beriman akan mengikuti Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan akan dibentangkan Ash Shirāth (jembatan) di atas neraka.

[Sebagaimana di dalam hadits Abū Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim]

 

Keadaan saat itu gelap gulita.

Seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Dimanakah manusia pada hari di mana bumi dan langit diganti?”

Beliau Shalallahu ‘alayhi wassallam mengatakan: “Di tempat yang gelap sebelum jembatan.”

(Hadits shahīh riwayat Muslim)

 

Kemudian, orang-orang yang beriman akan diberikan cahaya.

Di dalam hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Ath Thabrāni di dalam Al Mu’jamul Kabīr dari ‘Abdullāh Ibnu Mas’ud radhiyallāhu ‘anhu bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Maka Allāh memberikan kepada mereka cahaya sesuai dengan amalan mereka.

  • Ada di antara mereka diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya.
  • Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu.
  • Dan ada di antara mereka diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kanannya.
  • Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu.
  • Sehingga ada orang yang diberi cahaya di jempol kakinya, kadang menyala dan kadang padam.

Apabila menyala maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan. Dan apabila padam dia berdiri.”

⇒ Ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang Muslim.

✓Semakin banyak cahaya ilmu yang dia amalkan di dunia maka akan semakin banyak cahaya yang akan dia dapatkan di hari kiamat.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya:

Orang-orang munafik juga akan diberi cahaya dan akan mengikuti Allāh, namun cahaya mereka padam sebelum sampai jembatan.

Allāh Subhānahu wa Ta’ālā menceritakan di dalam Al Quran surat Al Hadīd ayat 12-15, yang artinya:

“Pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan wanita, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.

Dikatakan kepada mereka:

‘Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian yaitu surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kalian akan kekal di dalamnya, itulah keberuntungan yang besar.’

Pada hari ketika orang-orang  munafiq laki-laki dan wanita berkata kepada orang-orang yang beriman:

‘Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kalian.’

Dikatakan kepada orang-orang munafik:

‘Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian.’

Lalu dibuatlah diantara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang munafiq sebuah dinding yang memiliki pintu, di sebelah dalamnya (yaitu sisi orang-orang yang beriman) ada rahmat dan di sebelah luarnya (yaitu sisi orang-orang munafiq)  ada siksa.

Orang-orang munafiq memanggil orang-orang yang beriman seraya berkata:

‘Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian di dunia?’

⇒ Maksudnya: bersama orang-orang yang beriman secara zhāhir.

Orang-orang yang beriman menjawab:

‘Benar, akan tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri (yaitu dengan kenifaqan kalian)  dan kalian dahulu menunggu-nunggu kehancuran kami dan kalian ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan penipu (yaitu syaithān) telah datang memperdaya kalian tentang Allāh.

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir.

Tempat kalian adalah neraka, itulah tempat berlindung kalian dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu; mereka mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasanya mereka akan selamat bersama orang-orang yang beriman namun ternyata persangkaan mereka salah.

◆ Orang-orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafiq padam, mereka berdo’a kepada Allāh:

رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَآۖ إِنَّكَ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬

“Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu.”

(QS At Tahrīm: 8)

Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Abū Dāwūd dan juga Tirmidzi, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya: “Orang yang berjalan ke masjid di dalam kegelapan malam (yaitu untuk melakukan shalat berjama’ah) maka dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat.”

 

Di antara usaha seorang Muslim untuk menghilangkan kenifaqan adalah menjaga shalat lima waktu secara berjamaah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang shalat karena Allāh selama 40 hari secara berjama’ah mendapatkan takbiratul ‘ūla (yaitu takbiratul ihrām) maka dia akan terlepas dari dua perkara; terlepas dari neraka dan terlepas dari kenifaqan.”

(Hadits hasan riwayat Tirmidzi).

 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali di halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

halaqah 58 perpisahan orang beriman dan orang munafiq