Pesan Hikmah Hari Raya

Pesan Hikmah Hari Raya

#Pesanhikmah1*

 

Suatu ketika khalifah Umar bin Abdul Aziz menatap putranya Abdul Malik yang sedang mengenakan pakaian usang dihari raya. Umarpun lalu menangis.
Putranya yang melihat sang ayah menangis bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai ayahku..?
Umar menjawab, “Wahai putraku.. Aku takut bila engkau keluar dan bermain dengan anak-anak lain hatimu merasa hancur.”
Putra yang sangat berbakti itu berkata, “Orang yang hatinya hancur adalah mereka yang bermaksiat kepada Tuhan mereka dan durhaka kepada ibu bapaknya.
Dan Aku berharap agar Allah meridhoiku berkat ridhomu padaku wahai Ayahku.
Segera saja Umar memeluk putranya dengan erat lalu mendoakannya. Dikemudian hari, putranya tersebut menjadi seorang sangat zuhud.*

Dikesempatan yang lain datanglah putri-putri Umar bin Abdul Aziz mengadu kepadanya, “Ayah… besok adalah hari raya, sementara kita belum memiliki pakaian baru. Umar menatap mereka dan berkata, “Putri-putriku. Hari raya itu bukan bagi orang yang memakai pakaian baru. Hari raya itu bagi orang yang takut akan hari kiamat.

Bendahara negara yang melihat pemandangan haru itu memberi tawaran kepada sang Khalifah, “Wahai Amirul Mukminin.. Apa salahnya bila kita membayarkan gaji bulan depan anda lebih dahulu.?
Mendengar tawaran itu, Umar menatap sang bendahara dengan tatapan marah. Umar berkata, “Apakah kamu mengetahui ilmu ghaib sehingga engkau tau bahwa aku masih akan hidup sehari setelah hari ini.?

Engkau benar wahai Amiirul Mukminin, bahwa tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Allah azza wa jalla berfirman:

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS: Luqman: 34)

Diterjemahkan dari:
*www.saaid.net
**www.alukah.net
ACT El-Gharantaly

 

#PesanHikmah2*

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib KW pada hari raya memakai pakaian yang sederhana dan makanan yang sederhana.

Ketika itu sahabat melihat beliau dalam keadaan tersebut mereka bersedih dan berkata,

“Wahai Amirul Mukminin bukankah hari ini hari raya?”

Beliau menjawab,

“Ya benar, sekarang adalah hari raya dan setiap hari dimana ketaatanku bertambah bagiku adalah hari raya.”

Seraya mengucapkan;

“Hari raya bukanlah bagi orang yang memakai pakain baru,

Akan tetapi hari raya bagi yang bertambah ketaatannya..”

“Hari raya bukanlah bagi orang yang memperindah dirinya dengan pakain dan kendaraan,

Akan tetapi hari raya bagi orang yang dosa-dosanya mendapatkan ampunan..”

“Bukanlah hari raya bagi orang menyantap makanan yang lezat,

Bersenang-senang dengan syahwat dan yang lezat-lezat.

Akan tetapi bagi orang yang diterima taubatnya dan kejelekannya diganti dengan kebaikan..”

Semoga Allah SWT menjadikan kita diantara orang yang benar-benar berhari raya….

 

 

Copas dari Daarut Tauhid