RAJAB (3)

RAJAB (3) : SEJARAH RITUAL MALAM NISHFU  SYA’BAN

apakah Anda pernah mendapat BM/pesan seperti ini ?

>assalamu’alaikum,,

mw ngingetin kalau malam minggu ini nifsyu sya’ban (tutupnya buku amal).

Sblum tlmbat sya mw mnta maaf sma smuanya klau sya punya salah, baik sengaja atw tdak..

NABI MUHAMAD SAW b’sabda: brang siapa yg m’ingatkn kdatangn bulan ini, HARAM API NERAKA bagi nya.<

☑ MARI KITA KAJI :

Orang yg pertama kali menghidupkan shalat Alfiyah ini pada malam Nishfu Sya’ban adalah Babin Abul Hamroo’,  tinggal di Baitul Maqdis thn 448 H.

Suatu saat di malam Nishfu Sya’ban dia melaksanakan shalat di Masjidil Aqsho. Kemudian jama’ahnya bertambah banyak. Lalu amalan yg dia lakukan tersebarlah di Masjidil Aqsho dan di rumah-rumah kaum muslimin, sehingga shalat tersebut seakan-akan menjadi sunnah Nabi. (Al Bida’ Al Hawliyah, 299)

Shalat ini dinamakan shalat Alfiyah (artinya 1000). Jumlah 100 raka’at dan setiap raka’at membaca surat Al Ikhlas 10 kali. Jadi total surat Al Ikhlas yg dibaca adalah 1000 kali.

☑ KESIMPULAN :

1).Ritual Nishfu Sya’ban terjadi hampir 5 abad setelah Nabi Wafat. Maka jelas BUKAN SUNNAH Nabi saw.

2).Yg pertama kali mengadakan Ritual Nishfu Sya’ban org yg bernama : Babin Abul Hamro ini, BUKAN SEORANG ULAMA MU’TABAR (yg dikenal, diakui dan diikuti) keilmuannya.

3).Ulama Ulama yg Mu’tabar :

Imam ibnu Jauzi, An Nawawi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Rajab, Ibnu Katsir, Ibnu Hajar dll telah MENGINGKARI Ritual Nishfu Sya’ban.

4). Jadi menghidupkan malam nisfu sya’ban dgn ibadah ( do’a, membaca yaasin, kumpul-kumpul dgn do’a barokah untuk air, shaum dsb.) BUKAN SUNNAH Nabi Saw.

5). Meminta maaf di malam Nisfu Sya’ban adalah perbuatan yg berlebihan dan mengada-ada. (Lebay / alay) dan BUKAN SUNNAH Nabi Saw.

6). Jauhi Ibadah khusus di bulan Rajab dan Sya’ban karena semua haditsnya adalah PALSU.

dari KTQS Bandung

Leave a Reply