SABAR TANPA BATAS

KTQS # 1038

SABAR TANPA BATAS

 

Jika kamu berkeluh kesah maka takdir Allah akan tetap berjalan kepada mu, sedangkan kamu mendapatkan dosa.

Jika kamu bersabar maka takdir Allah akan berjalan kepada mu, sedangkan kamu mendapatkan pahala.

Tidak tahukah kita bahwa sabar adalah IBADAH?!

Jika seseorang telah tahu bahwa sabar itu ibadah. Bahkan hal itu merupakan KEWAJIBAN.

Apakah ia hendak meninggalkan kewajiban yang Allah wajibkan atasnya?

Tidakkah ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepadaNya?

Tidakkah ia ingin meraih segala keutamaan dibaliknya?

Ataukah ia malah mendahulukan hawa nafsunya tanpa bepikir panjang akan konsekuensi yang akan ia peroleh?

> Tahukah kita kondisi yang mewajibkan kita untuk sabar?

Dijelaskan para ulama sabar ada empat :

“Sabar dalam meninggalkan maksiat (lalai), sabar dalam mengerjakan ketaatan (khususnya amalan yg wajiB-), sabar dalam berdakwah, serta sabar dalam menghadapi musibah”

> Bagaimana agar bisa bersabar?

Dengan melatih diri kita agar bisa bersabar.

Rasulullah bersabda:

“Dan barangsiapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan memberinya kesabaran”. (HR Bukhari)

> Tahukah kita kapan waktu bersabar?

Rasulullah bersabda:

”Sesungguhnya sabar itu adalah ketika pertama kali ditimpa ujian”. (HR. Bukhari)

> Sampai kapan bersabar?

Sebagaimana ibadah, sabar itu sampai ajal menjemput kita; karena setiap perbuatan kita (baik itu mengerjakan atau meninggalkan sesuatu, membutuhkan sabar)

> Apa keutamaan sabar?

Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

(Az Zumar:10)

Maka bersabarlah, untuk beribadah kepada Rabbmu, untuk menunaikan kewajiban yg diwajibkanNya atasmu, Sabar dalam berdakwah dan juga untuk meraih segala keutamaan dibaliknya yg dapat engkau petik di dunia maupun di akhirat.

Salam !

copas dari KTQS