Sahur Barakah

Allah SWT mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab.

Seperti Allah SWT sampaikan:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas. orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (Qs. Al Baqarah: 183)

Rasulullah Saw menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab.

Dari Amr bin ‘Ash ra, Rasulullah Saw bersabda: “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur”. (HR. Muslim 1096)

Pesan Rasulullah agar kita tidak meninggalkan sahur, Beliau bersabda: “Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan”. (HR. Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270)

Kemudian beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umatnya, beliau bersabda:

“Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi. sahalawat kepada orang-orang yang sahur”. (HR. Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44 dari tiga jalan dari Abu Said Al-Khudri)

Maksudnya, barakah yang didapat dari sahur adalah karena Allah SWT akan melindungi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memberi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat memintakan ampunan bagi mereka dan berdoa kepada Allah untuk memaafkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah dari semua dosa di bulan Ramadhan. Aamiin.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang selalu menepati janji-Nya.

 

Sumber : Darul Arqom


وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السُّحُورِ بَرَكَةً

Dari Anas ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah.” (HR. Muslim : 2603)

Apapun menunya, setiap yang melaksanakan sahur maka mereka telah melaksanakan sunnah Nabi saw, dan janji beliau pada hadits ini, mereka yang makan sahur akan mendapatkan keberkahan.

Dalam istilah agama kata berkah atau barakah mempunyai makna ‘bertambahnya kebaikan’ atau ‘berkesinambungannya kebaikan’, maka sahur adalah sesuatu yang bila dilakukan akan mendatangkan kebaikan bagi yang melakukannya.

“ASSHOOBIRIINA WASSHOODIQIINA WALQOONITIINA WAL MUNFIQIINA WAL MUSTAGHFIRIINA BIL ASHAAR”

(orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang ta’at, orang-orang yang bersedekah dan orang-orang yang mohon ampun diwaktu sahur) ayat ini menjadi lanjutan dari kriteria yang Allah berikan kepada calon-calon penghuni syurga yang mereka kekal didalamnya, diantaranya adalah orang-orang yang bangun diwaktu sahur dan memohon ampun kepadaNya.

Sayangnya kenyataan yang ada, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu sahur dengan ‘tontonan’ yang tidak berkualitas ditelevisi, secara sadar atau tidak sadar kita telah ‘membuang’ waktu istimewa dengan acara yang penuh gelak tawa dan saling menghina, begitulah yang terjadi sesungguhnya, tak pelak kita menjadi ‘korban’ dari sebuah tipu daya dunia.

Milyaran manusia dibanyak belahan dunia saat ini juga ikut beribadah seperti yang kita lakuka, kita dan mereka sedang menunjukan ketaatan khusus tahunan, maka tak bijak bila kemudian banyak waktu yang ada terbuang dengan percuma.

Puasa boleh jadi telah sering kita lakukan, Romadhan mungkin kelewat sering kita rasakan, tapi sudahkah kita menjadi orang-orang berkualitas dalam beribadah?  Jawabannya ada pada diri kita saat ini, dan semoga Allah ‘kondisikan’ kita semua dalam ketaatan yang sempurna.

Selamat melaksanakan Ibadah Sahur, dan Keberkahan akan segera ‘mewarnai’ sisa kehidupan kita. Amiin.

 

Dari Ustadz Syarif Matnadjih

 

copas oleh www.doadankajianislami.com

Leave a Reply