SALAM (1)

MENGUCAPKAN SALAM

Agama adalah Nasihat, ini adalah Nasihat utk kita semua :

SELAMAT…

السَّلاَمُ

Salam, artinya Selamat; secara harfiah maksudnya adalah “Sejahtera”

Ini adalah ucapan DOA, maka dari itu pengucapan Salam di atur oleh syariat.

Bagi yang mengucapkannya dengan lengkap “assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” akan mendapatkan pahala 30, begitu juga yang menjawabnya.

Ini ucapan salam apabila bertemu dengan sesama muslim.

“Amalan Islam apa yang paling baik?”

Beliau saw lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali”. (HR. Bukhari no. 6236)

Lalu bagaimana apabila mengucapkan salam (selamat) diluar itu, “Selamat ini”, “Selamat itu”kepada perayaan agama lain?

Salam atau Selamat adalah Doa, doa keselamatan,

Karena itu berhati-hatilah memberi ucapan “Selamat” karena terkait dengan hukum syariat, apabila tidak sesuai dengan hukum syariat, jangankan mendapat pahala tapi malah mendapatkan dosa karena melanggar batas-batas syariat dan hukum Allah.

“Tapi ini kan urusan dunia”, kata mereka
Doa bukan urusan dunia tapi urusan akhirat, karena ini adalah bentuk ibadah kepada Allah.

Ucapan yang tidak pernah dikenal oleh Nabi kita yang mulia,
Ucapan yang tak terkeluar dari lisan para Sahabat,
Ucapan yang tak ada dalam kitab-kitab fiqih para Imam, baik Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad.

Tapi diantara kita ada yang tetap juga melakukannya, lalu dilakukan mencontoh siapa?

Untuk siapa? Karena apa? Agar apa? Untuk apa? Manfaatnya apa?

Ucapan yang akan dipertanggung jawabkan siapa saja yang menyatakannya karena ini adalah masalah Aqidah, Pondasi Agama.
Apabila Aqidah/Pondasinya rusak maka “Bunyanun Islam” / “Bangunan Islam” dalam dirinya juga akan rusak…na’udzubillah !

Berhati-hatilah Sahabat jangan sembarangan mengucapkan selamat…ucapan yang ringan, namun berat dipikulnya diakhirat kelak.

Salam !

copas dari KTQS Daarul Arqom Al Fikri – Bandung

Leave a Reply