Salam (3)

Kajian Tematis Al-Qur’an & as-Sunnah # 550

SALAM (3)

Yang sedikit kepada yang banyak

Jika jama’ah (banyak orang) diberi salam, lalu hanya satu orang yg membalasnya, maka yg lain gugur kewajibannya.

Rasulullah saw bersabda,

يُجْزِئُعَنِالْجَمَاعَةِإِذَامَرُّواأَنْيُسَلِّمَأَحَدُهُمْوَيُجْزِئُعَنِالْجُلُوسِأَنْيَرُدَّأَحَدُهُمْ

“Sudah cukup bagi jama’ah (sekelompok orang), jika mereka lewat, maka salah seorang dari mereka memberi salam dan sudah cukup salah seorang dari sekelompok orang yg duduk membalas salam tsb”. (HR. Abu Daud no. 5210)

Dan sebagaimana dijelaskan oleh Ash Shon’ani bahwa hukum jama’ah (orang yg jumlahnya banyak) untuk memulai salam adalah sunnah kifayah (jika satu sudah mengucapkan, maka yg lain gugur kewajibannya).

Dan, jika suatu jama’ah diberi salam, maka membalasnya dihukumi fardhu kifayah. (Subulus Salam, 7/8)

Balaslah Salam dengan Yg Lebih Baik atau Minimal dengan Yang Semisal

Allah SWT berfirman,

وَإِذَاحُيِّيتُمْبِتَحِيَّةٍفَحَيُّوابِأَحْسَنَمِنْهَاأَوْرُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dgn sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dgn yg lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dgn yg serupa)”. (QS. An Nisa’: 86)

Bentuk membalas salam di sini boleh dgn yg semisal atau yg lebih baik, dan tidak boleh lebih rendah dari ucapan salamnya tadi.

Contohnya di sini adalah jika saudara kita memberi salam: Assalaamu ‘alaikum, maka minimal kita jawab: Wa’alaikumsalam.

Atau lebih lengkap lagi dan ini lebih baik, kita jawab dengan: Wa’alaikumsalam wa rahmatullah, atau kita. tambahkan lagi: Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barokatuh.

Begitu pula jika kita diberi salam: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, maka minimal kita jawab: Wa’alaikumsalam wa rahmatullahi, atau jika ingin melengkapi, kita ucapkan: Wa’alaikumsalam wa rahmatullahi wa barokatuh.

 

Salam !

copas dari KTQS

 

Leave a Reply