Salat Jenazah Bayi

 

Salat Jenazah Bayi

 

Bagi jenazah bayi, tidak dishalatkan tidak apa-apa, namun jika ingin dishalatkan itu baik. (Baca kajian berikutnya)

Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku’, sujud maupun iqamah, melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam,

urutannya:

1. Takbir pertama lalu membaca surat Al Fatihah

2. Takbir kedua lalu membaca shalawat atas Rasulullah SAW lengkap atau minimal :

“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad”

artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”

Bacaannya sama dgn bacaan duduk tahiyat dalam shalat.

3. Takbir ketiga lalu membaca do’a untuk jenazah bayi yg panjang atau minimal (lihat KTQS #912) :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

“Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami”.

Jika jenazah dewasa baca doa : “Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu”

artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya”.

4. Takbir keempat lalu membaca do’a (bebas) minimal:

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”

artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

5.Mengucapkan salam, menoleh kekiri dan kekanan dan tangan tetap sedekap.

Setelah dishalatkan segeralah dikuburkan dan Tidak ada tuntunan utk mengazani dan mengiqamahi jenazah yg akan dikubur. Tidak ada dalam Sunnah Nabi Muhammad Saw.

Entah kalau syi’ah, nabinya ahmadiyah, nabinya baha’i atau nabi-nabi baru lainnya.

Entah juga jika jenazahnya komunis atau liberal akan diapakan, dikubur, dibakar, atau dibuang kelaut, karena di KTP mereka kolom agama ingin dihapus.
Salam!

copas dari KTQS

Leave a Reply