Sayang Ibu Selalu

Sayang Ibu Selalu

Assalamu’alaikum sahabat cinta quran.

 

Suatu saat Ibnu Umar ra melihat seorang laki-laki menggendong ibunya keliling ka’bah (thawaf) berkali-kali. Orang itu lalu bertanya pada Ibnu Umar, “Sudahkah aku menyelesaikan kewajibanku kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum dapat membalas satu kali saja rasa sakit yang dirasakannya saat ia melahirkanmu. Namun demikian, engkau telah melakukan kebaikan dan Allah akan memberikan pahala yang besar atas perbuatan yang engkau lakukan”.

Masih lekat dalam ingatan saya ketika menyaksikan kelahiran anak ke-3 detik-demi detik. Saat itu istri meraung-raung menahan sakit lebih dari 3 jam dari kontraksi yang berkelanjutan hingga melahirkan. Nyawanya dipertaruhkan untuk buah hati kami. Saya hanya bisa ternganga dan berurai airmata. Karenanya Islam begitu memuliakan seorang Ibu, Umi, Bunda atau sebutan sayang lainnya.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan….” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Tanpa kehadiran seorang Ibu, kita tak pernah ada di dunia. Bakti kepada Ibu bukan balas jasa. Karena kita tak akan mampu melunasinya. Bakti kepada Ibu adalah kewajiban. Tanpa melihat  wajah, status sosial, status pendidikan, termasuk jika dia kafir atau pelaku kemaksiatan. Selama bukan memerintahkan maksiat, kita wajib taat. Tak ada alasan untuk menitipkan ibu tercinta di panti jompo, membentaknya, melalaikannya, menghalanginya untuk bertemu cucu, atau apapun yang membuatnya sedih.

Sayang Ibu selalu tidak hanya di lisan atau dalam bentuk materi yang berkelimpahan. Sayang Ibu berarti selalu mendoakan. Mengingatkan dengan cara santun jika Ibu melakukan kemaksiatan. Dan memenuhi permintaannya sesuai kemampuan. Selagi ada kesempatan, tunjukkan kalo kita sayang ibu selalu…

 

ibunda-doadankajianislami