Sayang Keluarga? Jauhi RIBA!

Sayang Keluarga? Jauhi RIBA!

 

 

Sahabat pengusaha, Allah swt mengingatkan kita dalam firman-Nya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah . Dan Allah tidak menyukai setiap orang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. (al Baqarah: 276).

Berikut kisah nyata dari seorang pengusaha yang terjerat Riba. Semoga bisa kita ambil hikmahnya. Selamat menyimak.

5 tahun yang lalu ia seorang yang kaya, pendapatan bersih perbulan dari usahanya naik turun di angka 50juta, pernah beberapa kali mencapai 100juta! Umurnya masih muda sekitar 40tahun, sholatnya selalu diawal waktu, ia sebisa mungkin berjamaah, tapi kalaupun tidak ia berusaha diawal waktu, sholat malam dan dhuhanya rutin, sangat berbakti kepada orang tua, istrinya cantik berjilbab dan umurnya jauh dibawahnya. Oh ya hampir lupa, sedekah itu nafas baginya, ia sangat ringan tangan. Pernah seorang temannya curhat terlilit hutang 10juta, saat itu juga ia kasih. Ia juga pernah meminjami temannya uang dalam jumlah besar, 100juta dan 250juta, semuanya hanya lisan saja, tidak ada kuitansi atau materai apalagi notaris. Ia Sepertinya sudah mendapatkan segalanya dari dunia dan akheratnya.

5 bulan yang lalu ia bercerita bahwa semuanya telah hancur! Usahanya bangkrut, uangnya habis, ia-pun bercerai dengan istrinya, ia kembali ke rumah orang tuanya, memulai semuanya dari NOL. Tahukah apa gerangan penyebabnya?

Orang lain dan tetangganya atau teman dia yang lain mungkin akan kesulitan melihat kelemahan teman saya tadi. Sayapun begitu, hingga kemudian ia bercerita bahwa di masa puncak kejayaannya ia tergiur untuk membeli property (rumah dan ruko di kota tempat ia tinggal di salah satu kota di Kalimantan). Akhirnya ia panggil kepala sebuah bank dikotanya demi mengajukan proposal pembelian ruko. O ya, dia cerita bahwa ia sering sekali didatangi bukan saja oleh marketing bank, bahkan kepala kantor bank nya langsung yang datang kerumahnya menawarkan kredit hingga puluhan milyar.

Nah, dia cerita bahwa dia membeli ruko seharga 800juta dengan uang bank senilai 1,2M. Sisa 400juta ia gunakan untuk piknik bersama keluarga ke negara-negara Timur Tengah; Mesir, Turki dan lain-lain. Dari hutang tersebut, ia wajib membayar cicilan sebesar 30juta/bulan selama 5 tahun. Saya tidak tahu cicilan ia yang lain.

Bisnis tidak selamanya di atas, kadang baik kadang jatuh. Bisnis yang sedang sepi tidak begitu berdampak jika ia tidak terlibat peminjaman dana di bank, karena resiko gagal bayar adalah disitanya agunan yang dijaminankan. Ditengah usahanya, ada kejadian-kejadian yang berhubungan dengan keluarganya. Yang dengannya membuat limbung usahanya hingga sampailah ia pada kondisi saat ini.

Allah akan mencabut keberkahan harta yang bercampur dengan riba. Makna ‘barokah’ adalah barokah pada harta itu sendiri maupun barokah pada kehidupannya.

Semoga Allah menguatkan kita untuk menjauhi maksiat dan konsisten membangun bisnis tanpa riba.

Silakan bergabung dengan komunitas pengusaha tanpa riba,  Info: 0811 161 9696 | BB 2636BD9A

SBC Global
The 1st Syariah Business Coach Firm in The World