SEDEKAH

Sebuah Kajian Lengkap Tentang SEDEKAH

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul saw bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya”.

(HR. Muslim no. 2588).

Yang dimaksudkan di sini, Allah akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat.

Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia.

Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia.

(Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16:142)

~SEDEKAH DIBULAN RAMADHAN~

Bersedekah pada bulan Ramadhan lebih utama (afdhal) daripada bersedekah pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan itu beliau saw sangat dermawan, sangat mudah mengeluarkan sedekah ibarat angin yg bertiup kencang.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah saw adalah manusia yang paling dermawan dan lebih dermawan pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya untuk mengajari Al-Qur`an pada setiap malam pada bulan itu.

Kedermawanan Rasulullah saw pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat)”. (HR. Bukhari 1/30 Fath dan Muslim no. 2307).

Dalil ini menunjukkan keutamaan sedekah bulan Ramadhan di mana Amal itu dilipatkan pahalanya karena kemuliaan waktu dan tempatnya.

Doa Malaikat Atas Pemberi dan Penahan Sedekah :

Rasulullah SAW bersabda : “Setiap hari, dua malaikat turun ke bumi, salah seorang dari mereka berkata, ‘ya Allah, gantilah harta orang yang bersedekah di jalan-Mu’.Sedangkan yang satunya lagi berkata, ‘ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan”. (HR. Bukhari)

Saat kita memberi atau berbagi, sesungguhnya kita sedang diberi kesempatan oleh Allah untuk  mewakili-Nya berbagi kasih.

Betapa sedekah memiliki keajaiban tiada tara. Namun, mengapa masih banyak orang yg tidak gemar melakukannya?

MITOS : “Sedekah tapi tidak boleh berharap”

Padahal selagi kita berharap kepada Allah, itulah namanya IKHLAS. Apabila kita berharap kepada selain Allah, itulah namanya TIDAK IKHLAS.

Kita disuruh berharap balasan dunia dan akhirat (QS 2: 200-202). Nabi pun berharap dan pastilah itu yang paling benar.

Jadi, BERSEDEKAHLAH dan BERHARAPLAH !

Punya KEINGINAN dan ingin dikabulkan? Mari kita BERSEDEKAH dan BERHARAP !

~SEDEKAH SEMBUNYI-SEMBUNYI atau TERANG-TERANGAN~

Sesuai dengan ayat QS. Ibrahim ayat 31

Begini ceritanya, dengarlah/bacalah percakapan dua orang berikut ini :

  • “Tadi ada kesempatan bersedekah bareng-bareng, kok tidak ikutan, Mas?”

  • “Ah, daripada dianggap riya sama orang-orang, mending gak usah bersedekah saja sekalian!”

  • “Gitu, ya? Padahal itulah riya.”

  • “Riya gimana? Wong, saya tidak bersedekah!”

  • “Kalau melakukan amal sholeh karena memikirkan pendapat orang lain, itulah riya”

  • “Terus?”

  • “Kalau TIDAK JADI melakukan amal sholeh karena memikirkan pendapat orang lain, itu juga riya. Kan supaya dibilang tidak riya sama orang-orang. Yah, itulah riya”

  • “Hm…Jadi, baiknya?”

  • “Terang-terangan atau diam-diam, bareng-bareng atau sendiri-sendiri, tetap saja bersedekah. Kalaupun ada terlintas perasaan macam-macam, yah sudah, istighfar saja”

Memang, sedekah terang-terangan berpotensi menimbulkan riya (pamer). Tapi jangan lupa, sedekah diam-diam juga berpotensi menimbulkan ujub (bangga diri).

Yang dilarang itu bukan terang-terangan atau diam-diamnya. Yang dilarang itu riya dan ujubnya. Jadi, tetaplah bersedekah dan berusahalah untuk ikhlas. Right?

Lebih jauh lagi, sedekah diam-diam punya keutamaan tersendiri. Sedekah terang-terangan juga punya keutamaan tersendiri. Mau seterang 3000 watt juga silakan.

Ringkasnya, sedekah diam-diam boleh. Sedekah terang-terangan juga boleh.

Yang tidak boleh itu, terang-terangan tidak bersedekah… Hehehe

“kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan SEBAHAGIAN rezki yang Kami berikan kepada mereka secara SEMBUNYI ataupun TERANG-TERANGAN sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan”. (Q.S. Ibrahim 31)

Intinya, apapun keadaannya, pokoknya sedekah terus!

Yuk Sedekah…

~KEAJAIBAN SEDEKAH~

“Sembuhkanlah PENYAKIT kalian dengan cara SEDEKAH. Lindungi HARTA yang kalian miliki dengan ZAKAT”. (HR. Baihaqi)

SEDEKAH adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipat-gandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.

Subhanallah…

“Ujian yg menimpa seseorang pd keluarga, harta, jiwa, anak, & tetangganya bisa dihapus dg puasa, shalat, SEDEKAH, & amar makruf nahi munkar”. (HR. Bukhari & Muslim)

Lalu perhatikan ancaman Allah dan Rasul-Nya:

“Barangsiapa diberi Allah harta dan TIDAK MENUNAIKAN ZAKATNYA kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan SEEKOR ULAR bermata satu di tengah dan punya dua lidah yg melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, ‘AKU HARTAMU, AKU SIMPANANMU.’

Kemudian Nabi Saw membaca Firman Allah surat Ali Imran ayat 180: ‘Dan janganlah orang-orang yg BAKHIL dengan harta yg Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yg mereka bakhilkan itu akan DIKALUNGKAN kelak di lehernya di hari kiamat'”. (HR. Bukhari)

Na’udzubillah…

Sedangkan yg menyelamatkan dirinya dari itu semua adalah sedekah yg dia keluarkan: “NAUNGAN bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah SEDEKAHNYA”. (HR. Ahmad)

KEUTAMAAN BERSEDEKAH

 

A. Sedekah dapat memadamkan murka Allah :

Dari muawiyah bin haydah ra, Nabi saw bersabda:

“Sedekah dengan rahasia (sembunyi) bisa memadamkan murka Allah”. (Shahih At-Targhib, 888)

B. Sedekah Dapat menghapuskan kesalahan/dosa. 

Dari Ka’b bin Ujrah ra, Nabi saw bersabda:

“Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api.”. (Shahih At-Targhib, 866)


C. Sedekah dapat memadamkan panas kubur.

Dari Uqbah bin Amir ra, Nabi saw bersabda:

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya”. (Silsilah As-Shahihah, 3484).


D. Dapat mengobati penyakit

Dari Al-Hasan bin Ali ra, Nabi saw bersabda:

“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah”.

(Shahih At-Targhib, 744).

E. Didoakan oleh Malaikat

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,
“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit”. (HR. Bukhari & Muslim).

F. Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda,

“Sedekah tidak akan mengurangi harta”. (HR. Muslim)

Perlu diketahui wahai sahabatku…

Harta merupakan salah satu kenikmatan dari Allah yang kelak Allah akan bertanya tentangnya,

Dari mana engkau peroleh hartanya dan kemana engkau infakkan ?!

Bersedekahlah! jangan pelit, kikir dan sombong karena hartamu adalah milik Allah yang dititipkan kepadamu, suatu saat akan diambil kembali dengan paksa oleh pemiliknya jika engkau enggan bersedekah.

~Keutamaan sedekah~

Mendahulukan karib kerabat dalam memberikan sedekah.

Jika karib kerabat termasuk orang-orang yang membutuhkan bantuan, maka hak mereka lebih besar daripada hak selainnya.

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

“Sedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah dan sedekah kepada kerabat mendapat dua;pahala sedekah dan pahala menyambung kekerabatan.”

Hadist shahih(HR At-Tirmiji No.658 dll )

Dari Abu Hurairah Rodiallaahu ‘anhu ia berkata:

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:”Barang siapa yang meminta – minta kepada manusia untuk memperkaya dirinya,maka sungguh ia sebenarnya meminta bara api.Maka(terserah kepadanya)minta sedikit atau banyak”

Hadist Shahih (HR Muslim No.1041)

Salam !
Copas 
dari Kajian Tematis Quran dan Sunnah (KTQS) -Bandung

Leave a Reply