Semua Ada Imbalannya

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنْ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw: “Semua hak-hak itu pasti akan dipenuhi kepada pelakunya pada hari kiamat kelak, hingga kambing bertanduk pun akan dituntut untuk dibalas oleh kambing yang tidak bertanduk.” (HR. Muslim : 4679)

“ROBBANAA WA ATINAA MA WA’ADTANAA ‘ALA RUSULIKA WALAA TUKHZINAA YAUMAL QIYAAMATI INNAKA LU TUKHLIFU al-MII’AAD” ( wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami atas (perantaraan) rosul2Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat, sungguh Engkau tidak menyalahi janji), do’a ini yang dimaktubkan didalam al-Quran yang selalu diucapkan oleh orang2 yang selalu mengingat Allah dalam berbagai keadaan.

Perbuatan yang dilakukan oleh seorang anak manusia pada setiap waktu yang dilewatinya tak akan ‘pernah’ luput dari pengawasan Allah swt, setiap kebaikan akan berbalas kebaikan dariNya, balasan kebaikan tersebut melebihi dari perbuatan yang dilakukannya, mereka akan berada di ‘singgasana’ yang penuh dengan kenikmatan, mereka akan mendapatkan perlakuan ‘manja’ dari Pemilik Syurga dan mereka kekal didalamnya.

Begitupun dengan kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, Allah tidak akan membiarkannya begitu saja, semuanya harus ‘ditebus’ dengan banyak siksaan pada waktunya nanti.

‘Tidak dikatakan dosa kecil bila dilakukan berulang-ulang, dan tidak ada dosa yang besar bila diiringi dengan pertaubatan’, ungkapan ini hendaknya menjadi ingatan pada diri kita, jangan terlalu menganggap ringan dengan kesalahan yang kita lakukan, karena bila berulang dan sering dikerjakan terbilang dosa besar adanya.

Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, tetapi mereka yang ‘takut’ kepada Allah dan hari akhir akan segera me-recovernya dengan kebajikan dan keta’atan, banyak sekali perumpamaan dan kenyataan yang telah ‘diwartakan’ oleh al-Quran perihal ummat2 terdahulu dan dibinasakan oleh Allah dari akibat ‘pembangkangan’ mereka terhadap perintah Ilahiyah.

Bila pagi ini mata kita masih bisa menatap mentari dan cahaya siang, bila hingga saat ini kita masih bisa menikmati kehidupan dan berbagai kenikmatan, bila saat ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempurnaan fikiran, ketahuilah saudaraku, sesungguhnya Allah masih memberikan ‘kesempatan’ kepada kita untuk berbuat banyak kebajikan dan keta’atan kepadaNya.

Waktu akan terus berputar, dan berarti mendekati kepada kematian, seperti ketakutan tentang ‘kesengsaraan’ kehidupan di dunia, maka sudahkah kita menyiapkan banyak amal buat buat menghindar dari kesengsaraan sesudahnya?.

“WA MAADZA ‘ALAIHIM LAU AAMANUU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI WA ANFAQUU MIMMA ROZAQOHUM ALLAHU, WA KAANA ALLAHU BIHIM ‘ALIIMA”

Wallahu A’lam Bisshowab.

dari Ustadz Syarif Matnadjih
gambar dari Google Picture 

 
berdoalah-berdoalah-berdoalah

Leave a Reply