Sensasi Satu Januari

Sensasi Satu Januari

Asssalamu’alaikum Sahabat CintaQuran.

Sensasi satu Januari tak sekedar merengkuh kebersamaan, tapi sudah menjadi bagian dari ritual keagamaan dan kepercayaan. Orang-orang Brazil pada ke pantai untuk menaburkan bunga di laut atau mengubur mangga di pasirnya sebagai tanda penghormatan terhadap dewa laut Lemanja. Dan bagi orang kristen tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus yang mereka jadikan sebagai salah satu hari suci agama Nashrani. Jika sudah jelas perayaan tahun baru masehi budaya kufur, apa alasa Muslim ikut merayakannya atau berbahagian karenanya?

“Sungguh diantara kalian akan mengikuti apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta walau pun mereka memasuki lubang biawak kamu akan mengikuti mereka”. Diantara para sahabat ada yang bertanya “Ya, Rasululah apakah yang dimaksud (di sini) adalah pemeluk agama Yahudi dan Nashrani ?” Rasulullah menjawab “Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhari)

Merayakan tahun baru tidak hanya kebiasaan, tapi sudah menyangkut masalah keyakinan. Iman dan Islam yang jadi taruhan. Tahun baruan juga bukan persoalan biasa, karena aktifitasnya penuh dengan kemaksiatan bergelimang dosa. Tidak bisa juga dianggap masalah kecil, karena menjadikan akidah kita kerdil. Seorang muslim tidak akan gegabah dalam perkara kidah. Dia akan selalu berhati-hati dan mencari tahu, sebelum mengerjakan segala sesuatu.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”[QS. al Isra:36]

Cukuplah kita menganggap akhir tahun sebagai acara pergantian kalender secara massal. Silahkan evaluasi diri tanpa harus ikut tradisi. Tak pantas juga seorang muslim mengucapkan selamat untuk tahun baru masehi yang kufur dan penuh maksiat. Semoga Allah menguatkan diri kita dari godaan setan dan perilaku maksiat. Aamiin.